PROKAL.CO- Masalah penerangan Stadion Segiri menjadi salah satu pekerjaan rumah paling mendasar yang harus segera dibenahi seiring persiapan Borneo FC menghadapi kompetisi musim depan. Terlebih, Pesut Etam bakal melakoni laga di level Asia yang menuntut standar regulasi ketat. Penambahan kapasitas lampu stadion menjadi sangat mendesak mengingat kompetisi level Asia dijadwalkan bergulir mulai Juli mendatang, disusul kompetisi domestik Super League pada September.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa saat ini pihak manajemen sedang menanti realisasi janji dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, untuk membenahi infrastruktur stadion, khususnya sektor pencahayaan. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah awal yang mulai berjalan di lapangan. “Yang pasti progress untuk hal itu (pembenahan) sudah dilakukan dengan adanya tim PU (Pekerjaan Umum) turun melihat kondisi stadion. Saya pikir itu progress bagus,” ujarnya kemarin siang.
Bukan tanpa alasan manajemen bergerak cepat. Untuk bisa menggelar pertandingan level Asia, Stadion Segiri wajib memiliki kekuatan pencahayaan minimal 2.000 lux. Sementara kondisi saat ini, lampu Stadion Segiri baru menyentuh angka 1.200 lux yang hanya memenuhi standar minimal Super League.
Minimnya daya pancar lampu ini pula yang menjadi biang kerok batalnya Samarinda menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 beberapa waktu lalu. Saat tim verifikasi PSSI turun sebelum Lebaran Idulfitri, kelayakan lampu Segiri dinyatakan tidak mencukupi, sehingga turnamen kelompok umur tersebut akhirnya dialihkan ke Sidoarjo dan Gresik.
Demi mencegah Borneo FC menjadi tim "musafir" di kompetisi Asia, Dandri berharap komitmen pemerintah provinsi tidak mengendur. “Kami berharap gubernur tak lupa dengan pernyataan yang beliau buat beberapa waktu lalu, di mana gubernur menjanjikan pembenahan lampu stadion,” tambahnya.
Guna menyelaraskan langkah, manajemen Pesut Etam kini tengah bergerak untuk berkomunikasi langsung dengan orang nomor satu di Kaltim tersebut dalam waktu dekat. “Sedang kami atur waktunya. Semoga beliau ada waktu dan kesempatan bertemu kami,” harap Dandri menutup pembicaraan. (*)
Editor : Indra Zakaria