JAKARTA – Gelombang naturalisasi Timnas Indonesia tampaknya belum akan berhenti. Nama penyerang muda berbakat yang kini merumput di Liga Australia (A-League), Luke Vickery, mendadak menjadi sorotan publik setelah dikabarkan masuk dalam radar pelatih anyar Skuad Garuda, John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut dilaporkan telah menjalin komunikasi awal dengan pemain milik Macarthur FC itu guna memproyeksikannya sebagai mesin gol masa depan Indonesia.
Luke Vickery, yang baru menginjak usia 20 tahun, diketahui memiliki garis keturunan Indonesia melalui nenek dari pihak ibunya. Meski detail daerah asal sang nenek belum terungkap ke publik, pemain kelahiran 25 Oktober 2005 ini secara regulasi memiliki opsi untuk membela tiga negara, yakni Australia selaku kewarganegaraan saat ini, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Karier Vickery di kasta tertinggi sepak bola Australia sedang dalam tren menanjak sejak bergabung dengan Macarthur Bulls FC pada September 2025. Musim ini, ia telah mencatatkan 20 penampilan kompetitif, termasuk 5 laga di ajang bergengsi AFC Champions League Two. Kontribusinya pun terbilang impresif bagi pemain seusianya, dengan torehan lima gol dan tiga assist di semua kompetisi.
Nama Vickery sebenarnya tidak asing bagi publik Surabaya. Mantan penggawa Western United ini pernah memperkuat Timnas Australia U-19 dalam ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2024 yang digelar di Kota Pahlawan. Dalam turnamen tersebut, ia tampil dalam empat pertandingan dan berhasil menyumbangkan satu gol, membuktikan insting tajamnya di depan gawang lawan.
Dengan postur ideal mencapai 183 cm, Vickery menawarkan fleksibilitas taktis bagi John Herdman karena mampu diplot di semua posisi lini depan, baik sebagai ujung tombak maupun penyerang sayap. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan striker tajam di tubuh Skuad Garuda, sekaligus menambah kedalaman skuad dalam menghadapi ketatnya persaingan di level Asia. Jika proses ini berlanjut, Vickery berpotensi menjadi aset berharga dalam proyeksi jangka panjang Timnas Indonesia. (*)
Editor : Indra Zakaria