Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sinar Eberechi Eze di Emirates: Mikel Arteta Puji Adaptasi Kilat Sang Metronom Anyar

Redaksi Prokal • Rabu, 18 Maret 2026 - 20:30 WIB

Eberechi Eze saat melawan Bayer Leverkusen
Eberechi Eze saat melawan Bayer Leverkusen

LONDON – Keberhasilan Arsenal melangkah ke perempat final Liga Champions 2025/26 tidak lepas dari performa gemilang Eberechi Eze. Pelatih The Gunners, Mikel Arteta, melontarkan pujian setinggi langit bagi gelandangnya tersebut usai kemenangan krusial 2-0 atas Bayer Leverkusen di Emirates Stadium, Rabu (18/3) dini hari WIB.

Eze menjadi aktor pembuka keunggulan Arsenal sebelum Declan Rice menggandakannya untuk memastikan kemenangan agregat 3-1. Bagi Arteta, performa Eze bukan sekadar soal mencetak gol, melainkan kecerdasannya dalam membaca permainan.

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Arteta menekankan betapa pentingnya pemahaman taktis yang ditunjukkan pemain timnas Inggris tersebut. Eze dinilai telah menyatu dengan filosofi permainan yang diusung Arsenal sejak didatangkan dari Crystal Palace musim panas lalu.

"Eze telah memiliki ritme dan sudah mengerti pergerakan dengan rekan-rekannya, apa yang kami inginkan, dan terutama tingkat kontribusinya, baik dengan maupun tanpa bola," ujar Arteta sebagaimana dilansir dari laman resmi klub.

Arteta juga menyoroti keberanian Eze saat berada di area pertahanan lawan. "Dalam ruang yang ia tempati dan tujuan yang ia tunjukkan setiap kali berada di sekitar kotak penalti, ia memberikan dimensi berbeda bagi serangan kami," tambahnya.

Sempat harus menepi di sejumlah pertandingan karena alasan rotasi taktis, Eze kini mulai mematenkan posisinya di starting eleven. Kepercayaan Arteta dijawab tuntas dengan konsistensi fisik dan mental yang kuat di tengah tekanan besar Liga Champions.

Menariknya, Arteta menyebut bahwa Eze saat ini mendapatkan menit bermain yang jauh lebih signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa sang pemain telah mencapai level kebugaran dan konsistensi yang diharapkan untuk kompetisi kasta tertinggi Eropa.

"Dia bermain lebih banyak sekarang daripada di musim lain, dia punya konsistensi dan selalu fit. Hari ini ia harus ditarik keluar karena menit bermainnya sudah sangat tinggi, tetapi ia menangani tekanan situasi dan harapan dengan sangat baik," ungkap pelatih asal Spanyol tersebut.

Adaptasi Eze di London Utara tergolong impresif. Mantan penggawa Queens Park Rangers (QPR) ini telah mencatatkan 41 penampilan di seluruh kompetisi musim ini dengan torehan sembilan gol dan enam assist. Dengan ambisi besarnya untuk membawa Arsenal merengkuh trofi Liga Champions, Eze kini bertransformasi menjadi salah satu pilar vital dalam mesin tempur "Meriam London" yang siap meledak di babak perempat final mendatang. (*)

Editor : Indra Zakaria