Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Eddie Howe Sesalkan Rapuhnya Lini Pertahanan Newcastle Usai Dibantai Barcelona 7-2

Redaksi Prokal • Jumat, 20 Maret 2026 - 01:22 WIB

Raphinha cetak gol ke gawang Newcastle.
Raphinha cetak gol ke gawang Newcastle.

PROKAL.CO- Pelatih Newcastle United, Eddie Howe, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah tim asuhannya menelan kekalahan telak 2-7 dari Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu waktu setempat. Kekalahan memalukan ini sekaligus mengakhiri perjalanan The Magpies di kompetisi Eropa musim ini dengan agregat mencolok 3-8.

Howe menyoroti keruntuhan mental dan buruknya koordinasi lini belakang sebagai penyebab utama hasil negatif tersebut. Padahal, Newcastle sempat menunjukkan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak pertama. Namun, momentum itu seketika sirna setelah gawang Aaron Ramsdale kebobolan tepat sebelum turun minum melalui penalti Lamine Yamal.

"Ini adalah kekecewaan besar. Kami tidak bertahan di level yang seharusnya kami bisa," ujar Howe seperti dikutip dari laman resmi UEFA, Kamis. Ia menambahkan bahwa gol penalti tersebut menjadi pukulan psikologis yang gagal diatasi oleh para pemainnya saat memasuki paruh kedua pertandingan.

Setelah jeda, performa Newcastle menurun drastis. Lini pertahanan mereka tak kuasa membendung agresivitas Barcelona yang menyarangkan lima gol tambahan ke gawang Ramsdale. Howe menyesalkan kegagalan timnya menjaga energi dan antusiasme setelah sempat mengimbangi permainan di awal laga.

"Seharusnya kami bermain dengan penuh energi saat skor menjadi 2-2. Sayangnya, performa kami justru merosot setelah jeda babak pertama," jelas pelatih berkebangsaan Inggris tersebut.

Meski tersingkir dengan skor yang cukup menyakitkan, Howe tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para penggemar Newcastle yang hadir di Camp Nou. Baginya, Liga Champions adalah level yang ingin terus dicapai klub di masa depan. Ia pun menegaskan bahwa ikatan antara pemain dan suporter tetap kuat meskipun hasil di lapangan tidak sesuai dengan harapan.(*)

Editor : Indra Zakaria