PARIS – Penantian panjang publik sepak bola Prancis untuk melihat Zinedine Zidane di kursi kepelatihan tim nasional tampaknya segera berakhir. Legenda hidup yang akrab disapa Zizou tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk menjadi nahkoda baru Les Bleus. Ia diproyeksikan menggantikan peran Didier Deschamps yang masa kontraknya akan berakhir pada Juli 2026 mendatang.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Zidane telah memantapkan hati untuk mengabdi sepenuhnya bagi negara, setelah sekian lama menolak berbagai tawaran menggiurkan dari klub-klub raksasa Eropa maupun tim nasional negara lain.
Meski kesepakatan sudah di depan mata, Zidane menunjukkan kelasnya sebagai sosok yang sangat menghormati etika profesional. Ia tidak terburu-buru melakukan penandatanganan kontrak secara resmi demi memberikan penghormatan tertinggi kepada Didier Deschamps yang saat ini masih memegang kendali penuh atas tim hingga tuntasnya gelaran Piala Dunia 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pakar transfer terpercaya, Fabrizio Romano, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan Zidane saat ini berada dalam posisi saling menunggu. Zidane pun dipastikan tidak sedang menjalin pembicaraan dengan pihak mana pun karena adanya pakta verbal yang telah mengunci komitmen tulusnya untuk Prancis.
Keyakinan FFF untuk meminang Zidane tentu bukan tanpa alasan yang kuat. Sejak memulai karier manajerialnya di Real Madrid pada periode 2016 hingga 2021, pelatih berusia 53 tahun itu telah menorehkan tinta emas yang sulit disamai oleh juru taktik mana pun di era modern. Koleksi gelarnya terbilang fenomenal, mulai dari keberhasilan mencetak hat-trick Liga Champions dengan meraih gelar tertinggi Eropa tiga musim berturut-turut hingga dominasi domestik di Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.
Keberhasilannya mempersembahkan total sebelas trofi bergengsi bagi Los Blancos menjadi bukti nyata bahwa tangan dingin Zidane mampu mengubah skuad bertabur bintang menjadi mesin juara yang mematikan di level dunia.
Dengan segudang pengalaman memimpin pemain-pemain kelas dunia, Zidane dirasa sebagai sosok paling tepat untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Deschamps. Publik kini menanti dengan penuh antusias, akankah keajaiban yang pernah ia berikan sebagai pemain saat menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 dapat terulang kembali dalam kapasitasnya sebagai juru taktik. Transisi kepemimpinan ini diprediksi akan membawa gairah baru bagi skuad Prancis yang kini dihuni banyak talenta muda berbakat. Bulan Juli 2026 kelak akan menjadi saksi dimulainya babak baru perjalanan sang maestro di bangku cadangan tim nasional demi membawa Les Bleus kembali ke puncak kejayaan dunia. (*)
Editor : Indra Zakaria