PROKAL.CO- Bintang Bayern Munchen, Luis Díaz, baru-baru ini membagikan sebuah kisah emosional sekaligus menggelitik mengenai pertemuan spesialnya dengan sang idola, Lionel Messi. Pemain sayap asal Kolombia tersebut mengungkapkan rahasia masa kecilnya yang melibatkan sebuah jersei Argentina dan "kebohongan putih" yang ia simpan selama bertahun-tahun.
"Saat aku masih kecil, aku punya jersei timnas Argentina dan aku bilang kepada teman-temanku kalau Messi sendiri yang memberikan jersei itu kepadaku," kenang Díaz sambil tersenyum. Ia menambahkan bahwa teman-temannya saat itu percaya begitu saja karena ia dianggap sebagai pemimpin di lingkungannya dan memiliki pengetahuan sepak bola yang sangat luas.
Bertahun-tahun kemudian, mimpi Díaz untuk bertemu sang idola akhirnya terwujud di atas lapangan hijau. Menariknya, Díaz tidak hanya sekadar menyapa, tetapi juga menceritakan kenakalan masa kecilnya tersebut langsung di hadapan Messi.
"Waktu aku bertemu Messi, aku meminta jerseinya dan menceritakan kisah lama itu kepadanya," tutur pemain yang akrab disapa Lucho tersebut. Respons Messi rupanya di luar dugaan dan sangat hangat. Messi berkata kepadanya, "Bawa jersei lama itu ke sini biar aku tandatangani, jadi kita ubah kebohongan itu menjadi kenyataan, dan sekarang kamu akan punya yang asli!"
Tidak berhenti di situ, kapten legendaris Argentina tersebut memberikan gestur balasan yang membuat Díaz merasa sangat terhormat. Messi meminta jersei milik Díaz untuk dibawa pulang.
Sambil bercanda, Messi berbisik kepada Díaz setelah menerima jersei Kolombia miliknya, "Beritahu teman-temanmu kalau Messi yang meminta jerseimu!"
Momen tersebut meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Díaz. Ia mengakui bahwa kekagumannya terhadap pemain berjuluk La Pulga itu kini semakin besar bukan hanya karena bakatnya, melainkan karena kerendahan hatinya.
"Dia sangat rendah hati dan pemalu. Dia sudah selalu menjadi idolaku sejak dulu hingga sekarang," tutup Díaz. Kisah ini pun viral dan menjadi bukti bahwa terkadang, impian masa kecil yang paling konyol sekalipun bisa menjadi kenyataan dengan cara yang jauh lebih indah. (*)
Editor : Indra Zakaria