MUNICH – Di tengah euforia perayaan gelar juara Bundesliga yang meriah, satu sosok justru mencuri perhatian bukan karena aksi selebrasinya, melainkan karena ketenangannya yang luar biasa. Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, secara khusus menyoroti kepribadian bintang mudanya, Michael Olise, yang ia sebut memiliki sifat "acuh tak acuh" (nonchalant) yang alami.
Kompany menceritakan bagaimana kontrasnya perilaku Olise dibandingkan rekan setimnya saat merayakan gelar juara. Di saat semua pemain melompat kegirangan, berteriak, dan sibuk berswafoto dengan trofi, Olise tampak berdiri tenang seolah-olah hari itu adalah hari kerja biasa tanpa ada hal istimewa yang terjadi.
"Bahkan setelah memenangkan Bundesliga, Anda melihat semua orang merayakannya, melompat-lompat, berfoto... dan dia hanya di sana, tenang, seperti hari biasa," ujar Kompany. Ia bahkan menceritakan momen lucu ketika Jamal Musiala mencoba menarik Olise untuk bergabung dalam sesi foto tim, namun sang pemain tetap berdiri datar tanpa reaksi besar.
Menurut Kompany, sikap diam dan minim kebisingan tersebut bukanlah bentuk ketidakpedulian, melainkan wujud dari kepercayaan diri yang sangat tenang. Karakteristik ini ternyata menjadi senjata mematikan bagi Olise saat berada di dalam lapangan hijau. Ketenangan yang sama yang ia tunjukkan saat perayaan gelar adalah kunci yang membuatnya tampil dominan di bawah tekanan.
"Apa yang orang tidak sadari adalah—di lapangan, ketenangan yang sama itu menjadi sangat berbahaya. Dia tidak panik, dia tidak terburu-buru... dia hanya memainkan permainannya. Itulah yang membuatnya spesial," tambah sang pelatih.
Kompany meyakini bahwa kepribadian unik Olise ini justru menjadi aset berharga bagi Bayern. Di dunia sepak bola yang penuh dengan tekanan dan sorotan media, memiliki pemain yang tidak mudah terbawa emosi dan tetap "dingin" dalam situasi krusial adalah sebuah kemewahan yang jarang dimiliki banyak tim elit. (*)
Editor : Indra Zakaria