TOKYO – Bintang sepak bola Liverpool, Mohamed Salah, kembali mencuri perhatian dunia. Bukan karena aksi memukaunya di lapangan hijau, melainkan karena sikap toleransi, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kerendahan hatinya saat berkunjung ke sebuah kuil di Jepang.
Kesan mendalam ini dibagikan langsung oleh Norihiro Fukayama, seorang biksu Buddha sekaligus kepala administrasi di Kuil Ekoin, Jepang. Ia menceritakan pengalamannya saat memandu sesi meditasi untuk skuad Liverpool FC di Koyasan Tokyo Betsuin pada musim panas lalu.
Di antara deretan bintang The Reds yang hadir, sosok Mohamed Salah menjadi pemain yang paling menarik perhatian sang biksu karena keseriusannya. "Mohamed Salah sangat menonjol. Bukan hanya karena ia mendengarkan dengan sangat saksama selama sesi berlangsung, tetapi ia juga menghampiri saya setelahnya untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang mendalam dan personal tentang meditasi," ujar Fukayama.
Dalam obrolan tersebut, pemain muslim asal Mesir itu juga sempat bercerita kepada Fukayama bahwa dirinya memang sudah rutin mempraktikkan meditasi dalam kehidupan sehari-harinya. Rasa penasaran dan ketulusan yang ditunjukkan Salah menyisakan kesan yang sangat kuat bagi sang biksu.Lebih lanjut, Fukayama juga menyoroti bagaimana Salah menunjukkan rasa hormat yang luar biasa terhadap budaya dan keyakinan lain saat pertama kali melangkah masuk ke tempat ibadah tersebut.
"Saya juga ingat ketika dia memasuki aula utama, dia membungkuk hormat ke arah patung utama Buddha. Gestur ini menunjukkan rasa hormat yang mendalam dan keterbukaan terhadap agama Buddha, sesuatu yang menurut saya sangat mengagumkan," tambah Fukayama.
Kini Jadi Penggemar Dadakan Mo Salah
Pengalaman spiritual bersama sang penyerang sayap ternyata berbuntut panjang. Fukayama mengaku, interaksi singkat namun berkesan tersebut membuat dirinya kini ikut tercebur menjadi penggemar sepak bola, khususnya untuk memantau perkembangan Mohamed Salah.
"Setelah pengalaman ini, saya merasa tertarik kepadanya dan mulai mengikuti pertandingan-pertandingan serta hasil yang diraihnya. Saya merasa dia memiliki kombinasi langka antara kharisma dan kemanusiaan yang tulus, yang menjadikannya sebagai sosok individu yang benar-benar luar biasa," pungkas Fukayama. (*)
Editor : Indra Zakaria