Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kevin De Bruyne Girang Antonio Conte Angkat Kaki dari Napoli

Redaksi Prokal • Selasa, 2 Juni 2026 | 09:45 WIB
Kevin De Bruyne
Kevin De Bruyne

PROKAL.CO- Hubungan ruang ganti Napoli pasca-era Antonio Conte rupanya menyisakan bara api yang panas. Alih-alih memberikan salam perpisahan yang manis untuk sang pelatih yang resmi lengser pada 25 Mei lalu, gelandang flamboyan Kevin De Bruyne justru melempar kritik pedas secara terbuka terkait filosofi sepak bola negatif yang diterapkan sang juru taktik selama dua tahun menukari Partenopei.

Bintang asal Belgia tersebut secara blak-blakan mengaku sangat lega dengan keputusan mundurnya Conte dari kursi kepelatihan. Hubungan retak di antara keduanya disinyalir bersumber dari benturan ego taktis, di mana De Bruyne menganggap Conte telah mengingkari janji awalnya untuk memperagakan sepak bola menyerang yang menghibur di atas lapangan hijau.

“Apakah saya senang dia pergi? Ya. Menurut saya, dia memang tidak seharusnya bertahan,” cetus De Bruyne tanpa ragu saat diwawancarai oleh media Belgia, Nieuwsblad.

Pemain berusia 33 tahun itu merasa performanya di atas lapangan merosot tajam bukan karena penurunan fisik pasca-cedera, melainkan akibat sistem taktik Conte yang terlalu kaku. Sepanjang musim, mantan dirigen Manchester City ini mengaku seperti 'dikebiri' secara kreativitas karena dipaksa bermain di luar posisi naturalnya demi mengakomodasi formasi pragmatis sang pelatih.

“Musim ini membuat saya sadar betapa pentingnya jenis sepak bola yang dimainkan sebuah tim. Permainan itu juga harus menyenangkan dan aspek itu sangat saya rindukan,” keluh De Bruyne.

Lebih lanjut, ia menyoroti taktik parkir bus ala Conte yang membuat daya ledak lini serang Napoli menjadi tumpul. Baginya, statistik produktivitas gol tim musim ini menjadi bukti sahih betapa buruknya strategi defensif yang dipaksakan di Stadion Diego Armando Maradona.

“Di awal musim dan setelah pulih dari cedera, saya sebenarnya berada di level yang baik. Namun, sulit bagi saya karena pelatih memiliki visi sepak bola yang sangat berbeda. Kami bermain dengan garis pertahanan sangat rendah. Bahkan pencetak gol terbanyak tim hanya mencetak 10 gol, angka itu sudah cukup menjelaskan situasinya,” berondong De Bruyne.

Meski kontraknya di Naples masih tersisa satu musim lagi, masa depan De Bruyne kini berada di persimpangan jalan. Ia menegaskan akan segera menghadap manajemen Napoli untuk melihat siapa suksesor Conte berikutnya, sekaligus memastikan apakah klub masih ingin bermain bertahan atau kembali ke khitah sepak bola menyerang sebelum dirinya memutuskan untuk bertahan atau angkat koper di bursa transfer musim panas ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#napoli #kevin de bruyne