Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gemuruh Estadio Azteca: El Tri Sempurna di Laga Pembuka Lewat Air Mata Jimenez dan Sihir Mora

Indra Zakaria • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:57 WIB
Julian Quinones merayakan gol pembuka Piala Dunia 2026 yang membawa Meksiko unggul 1-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca. (Instagram @miseleccionmx)
Julian Quinones merayakan gol pembuka Piala Dunia 2026 yang membawa Meksiko unggul 1-0 atas Afrika Selatan di Estadio Azteca. (Instagram @miseleccionmx)

 

PROKAL.CO- Atmosfer magis menyelimuti Estadio Azteca saat Meksiko memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan torehan tinta emas. Berada di bawah tekanan masif sebagai salah satu tuan rumah, El Tri sukses mengamankan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Afrika Selatan. Kemenangan ini tidak hanya mendekatkan Meksiko ke babak gugur, tetapi juga mengukuhkan posisi mereka dalam buku sejarah sepak bola sebagai negara pertama yang sukses menggelar pertandingan Piala Dunia di tiga edisi berbeda, setelah tahun 1970 dan 1986. Pesta sekitar 80.000 pendukung fanatik di stadion langsung pecah berkat gol cepat Julian Quinones di menit kesembilan dan eksekusi klinis Raul Jimenez di babak kedua.

Laga pembuka ini berjalan dengan tensi tinggi dan diwarnai drama tiga kartu merah yang mengejutkan publik. Afrika Selatan, yang datang dengan rekor kurang meyakinkan, langsung limbung setelah lini belakang mereka melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol pembuka Quinones. Petaka bagi skuad Bafana Bafana semakin menjadi-jadi di babak kedua saat Yaya Sithole diusir wasit, disusul oleh Themba Zwane yang menyusul ke ruang ganti setelah tinjauan VAR mendeteksi pelanggaran keras. Meksiko pun mendominasi penuh sisa laga, mengabaikan perlawanan tim tamu yang kian frustrasi.

Di balik riuhnya sorak-sorai kemenangan, pertandingan ini menghadirkan momen emosional yang menguras air mata bagi seorang Raul Jimenez. Penyerang gaek berusia 35 tahun tersebut akhirnya merasakan debut sebagai starter di Piala Dunia setelah hanya menjadi penghangat bangku cadangan pada edisi 2014, 2018, dan 2022. Golnya di menit ke-67 tidak hanya mengunci kemenangan Meksiko, tetapi juga menjadi gol perdananya di panggung akbar ini, sekaligus menyamai rekor Jared Borgetti sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa El Tri dengan 46 gol. Momen ini menjadi sangat sakral mengingat Jimenez pernah nyaris kehilangan nyawa akibat cedera patah tulang tengkorak pada 2020 dan baru saja kehilangan sang ayah tercinta pada Maret lalu.

Sorotan publik Azteca tidak berhenti pada sang veteran. Gemuruh stadion kembali membubung tinggi saat wonderkid berusia 17 tahun, Gilberto Mora, masuk ke lapangan hijau sebagai pemain pengganti di menit ke-66. Berstatus sebagai pemain termuda di turnamen edisi kali ini, kehadiran Mora menyuntikkan energi luar biasa dan harapan baru bagi masa depan sepak bola Meksiko. Dengan performa menjanjikan ini, El Tri kini menatap laga berikutnya melawan Korea Selatan dan Republik Ceko dengan kepercayaan diri yang melambung tinggi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#meksiko #piala dunia 2026