Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dominasi Berujung Petaka, Pelatih Panama Sebut Kekalahan dari Ghana Sangat Menyakitkan

Redaksi Prokal • Kamis, 18 Juni 2026 | 13:04 WIB
Gol Ghana tercipta di masa injury time.
Gol Ghana tercipta di masa injury time.

TORONTO — Kekecewaan mendalam tidak dapat disembunyikan oleh pelatih tim nasional Panama, Thomas Christiansen, setelah timnya dipaksa bertekuk lutut oleh Ghana dengan skor tipis 0-1. Kekalahan dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada ini terasa sangat menyesakkan bagi kubu Panama yang sejatinya tampil lebih superior.

Christiansen menilai bahwa anak asuhnya, Orlando Mosquera dan kolega, sangat layak untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih adil daripada sekadar pulang dengan tangan hampa. Sepanjang paruh pertama, taktik yang diterapkan Panama berjalan mulus hingga membuat mereka mampu mendominasi penguasaan bola dan mendikte ritme permainan atas The Black Stars.

Baca Juga: Drama Injury Time di Toronto, Mentalitas Baja Ghana Sukses Tumbangkan Panama 1-0

Sayangnya, performa menjanjikan yang ditunjukkan skuad Panama sepanjang waktu normal harus runtuh seketika akibat kelengahan di detik-detik akhir. Kehilangan fokus pada momen krusial berhasil dimanfaatkan dengan cerdik oleh Ghana untuk mencuri gol kemenangan pada masa injury time, tepatnya di menit ke-90+5. Lewat skema serangan balik cepat yang dibangun Brandon Thomas-Asante, penyerang Ghana Caleb Yirenkyi sukses memperdaya barisan pertahanan Panama.

Meski terpukul dengan hasil minor ini, pelatih berkebangsaan Denmark tersebut meminta seluruh pasukannya untuk tidak larut dalam kesedihan. Ia mengimbau para pemain Panama untuk tetap menegakkan kepala dan mengalihkan fokus penuh ke dua pertandingan sisa di fase grup. Christiansen menegaskan bahwa komitmen Panama untuk memperjuangkan tiket ke fase gugur belum padam.

Kendati demikian, tantangan yang akan dihadapi Panama dipastikan bakal jauh lebih terjal. Kekalahan di laga perdana ini secara otomatis memperberat langkah mereka, terlebih dua lawan berikutnya di Grup L adalah Kroasia dan Inggris—dua negara raksasa yang menjadi langganan putaran final Piala Dunia dan jauh lebih diunggulkan di atas kertas. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Panama #ghana