VANCOUVER — Kanada akhirnya memetik kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang sangat fantastis. Bersua Timnas Qatar pada laga kedua Grup B di BC Place, Vancouver, Jumat (19/6) waktu setempat, skuad berjuluk The Les Rouges tersebut menggilas sang lawan dengan skor telak 6-0.
Aktor utama di balik pesta gol tersebut tidak lain adalah penyerang andalan mereka, Jonathan David. Pemain berusia 26 tahun itu tampil kesetanan dengan mengemas hattrick, sebuah performa impresif yang membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match sekaligus menjaga asa Kanada untuk melenggang ke babak gugur.
Lahir di Brooklyn, New York, pada 14 Januari 2000 dengan nama lengkap Jonathan Christian David, ia sebenarnya memiliki kesempatan untuk membela Amerika Serikat. Namun, David memantapkan hatinya untuk berseragam Timnas Kanada, sebuah keputusan yang kini disyukuri oleh publik sepak bola Kanada karena ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik yang dimiliki negara tersebut dalam satu dekade terakhir.
Sebagai ujung tombak setinggi 1,75 meter, keunggulan utama David terletak pada kemampuan istimewanya menggunakan kedua kaki sama baiknya (ambidextrous). Fleksibilitas taktisnya juga luar biasa; selain mematikan sebagai penyerang tengah murni, ia juga sangat cair ketika diplot sebagai penyerang kedua, menjadikannya senjata mematikan dalam berbagai skema permainan.
Bakat besar David mulai tercium saat membela Ottawa ISC di Kanada, sebelum akhirnya dipinang oleh klub Belgia, KAA Gent, pada Januari 2018 untuk tim U-21. Hanya butuh beberapa bulan bagi David untuk menembus skuad utama pada musim 2018/2019 dan langsung mencuri perhatian pemandu bakat Eropa.
Langkah besarnya berlanjut pada Agustus 2020 saat LOSC Lille memboyongnya ke Prancis. Di Ligue 1, David berkembang menjadi mesin gol yang sangat konsisten dan membantu Lille bersaing di papan atas. Puncaknya terjadi pada musim panas lalu, tepatnya 4 Juli 2025, ketika raksasa Italia, Juventus, resmi merekrutnya dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2030. Sinar terangnya di Turin kini menular langsung ke panggung Piala Dunia.
Kronologi Hattrick yang Menghancurkan Qatar
Sejak awal laga, David sudah menebar ancaman di lini pertahanan Qatar. Setelah Cyle Larin membuka keunggulan Kanada pada menit ke-16, David memulai pertunjukan golnya pada menit ke-29 lewat sebuah sepakan voli akurat yang mengoyak jala Mahmoud Abunada.
Petaka Qatar kian diperparah setelah Homam Ahmed diganjar kartu merah pada menit ke-33. Unggul jumlah pemain membuat Kanada semakin agresif, dan David sukses mencetak gol keduanya pada masa injury time babak pertama (45+3') untuk membawa Kanada memimpin 3-0 saat turun minum.
Pada babak kedua, Qatar semakin merana setelah Assim Madibo juga diusir wasit, memaksa mereka bermain dengan sembilan orang. Kanada yang dominan menambah pundi-pundi gol lewat eksekusi tembakan bebas Nathan Saliba pada menit ke-64 dan gol bunuh diri Mohammed Manai di menit ke-75.
Jonathan David akhirnya menyempurnakan malam indahnya di menit ke-90+2. Sebuah bola yang membentur tubuhnya berbelok arah masuk ke gawang Qatar, mengunci catatan hattrick sekaligus menutup laga dengan skor mencolok 6-0.
Performa konsisten di level klub dan tim nasional membuat nilai pasar Jonathan David meroket tajam. Berdasarkan data terbaru, nilai pasar penyerang Juventus ini telah menyentuh angka kisaran Rp 521,45 miliar, sebuah angka yang merefleksikan statusnya sebagai salah satu striker elite dunia saat ini.
Berada di usia emas 26 tahun, David membuktikan bahwa dirinya siap memikul ekspektasi besar di pundaknya. Jika ia mampu mempertahankan ketajamannya, bukan tidak mungkin Jonathan David akan membawa Kanada melangkah jauh dan menciptakan sejarah baru di Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Indra Zakaria