PROKAL.CO- Jersey atau seragam tim nasional biasanya menjadi simbol identitas bangsa yang paling mudah dikenali lewat keselarasan warna dengan bendera negara. Namun, beberapa tim olahraga dunia justru memilih tampil beda. Mereka menggunakan warna jersi yang sama sekali tidak ada di dalam komponen bendera resmi mereka.
Mulai dari alasan sejarah kerajaan hingga flora endemik, berikut adalah alasan di balik keunikan warna seragam tim-tim nasional tersebut:
Jerman: Penghormatan pada Kerajaan Prusia
Meskipun bendera Jerman modern berwarna hitam, merah, dan emas, tim nasional mereka sangat identik dengan warna hitam dan putih. Usut punya usut, Federasi Sepak Bola Jerman didirikan saat wilayah mereka masih di bawah kekuasaan Kerajaan Prusia yang benderanya didominasi warna hitam-putih. Warna ini tetap dipertahankan murni karena tradisi, meski Jerman telah melewati berbagai perubahan wilayah dan bendera sepanjang abad ke-20.
Italia: Biru Lambang Dinasti Kerajaan
Tim nasional Italia sangat terkenal dengan julukan Gli Azzurri yang berarti "Si Biru", padahal bendera mereka berwarna hijau, putih, dan merah. Warna biru ini merupakan warna resmi dari Rumah Savoia, dinasti kerajaan yang berjasa mempersatukan Italia pada tahun 1861. Walaupun Italia sudah berubah menjadi negara republik sejak tahun 1946, warna biru ini telah melekat kuat dalam sejarah olahraga mereka dan tidak pernah diubah.
Belanda: Kebanggaan atas Rumah Oranye
Belanda selalu tampil mencolok dengan warna oranye di setiap ajang olahraga, sementara bendera mereka adalah merah, putih, dan biru. Pilihan warna ini berakar dari penghormatan kepada Rumah Orange-Nassau, dinasti kerajaan yang memimpin pembebasan Belanda dari cengkeraman penjajahan Spanyol. Sejak saat itu, oranye menjadi simbol kebanggaan nasional yang dipakai di semua cabang olahraga.
Jepang: Warisan Universitas dan Pembeda Wilayah
Tim nasional Jepang dikenal dengan jersi biru samurai. Ada dua teori kuat di balik pemilihan warna ini. Teori pertama menyebutkan bahwa warna biru digunakan oleh tim gabungan Universitas Kekaisaran Tokyo pada tahun 1930 saat mewakili Jepang di turnamen internasional pertama. Teori kedua menyatakan warna biru dipilih secara sengaja demi membedakan diri dari tim-tim nasional lain di wilayah Asia yang rata-rata menggunakan warna merah.
Australia: Filosofi Bunga Nasional
Alih-alih menggunakan kombinasi warna merah, putih, dan biru seperti bendera mereka (yang mirip dengan Inggris), tim nasional Australia—seperti Socceroos—lebih memilih kombinasi warna hijau dan emas. Warna-warna ini diadopsi dari flora asli mereka, yakni golden wattle (akasia emas) yang merupakan bunga nasional Australia.
Selandia Baru: Terinspirasi dari Pakis Perak
Selandia Baru kerap menggunakan warna putih (All Whites untuk sepak bola) dan hitam (All Blacks untuk rugby). Inspirasi warna ini datang dari silver fern (pakis perak), sejenis tanaman endemik yang juga menjadi simbol nasional mereka. Tim rugby mereka menggunakan warna hitam pekat justru agar simbol pakis putih di bagian dada dapat terlihat menonjol dan kontras.
Venezuela: Meminjam Seragam Penjaga Nasional
Dikenal dengan julukan La Vinotinto, tim nasional Venezuela menggunakan warna merah marun (anggur) yang sangat kontras dengan bendera kuning, biru, dan merah mereka. Sejarah mencatat, warna ini diambil dari seragam Guardia Nacional (Penjaga Nasional) Venezuela pada tahun 1938. Saat mengikuti ajang Juegos Bolivarianos tahun itu, timnas Venezuela meminjam seragam dari para penjaga tersebut agar tidak tertukar dengan Kolombia dan Ekuador yang memiliki warna bendera yang mirip. (*)
Editor : Indra Zakaria