PROKAL.CO- Mimpi indah Haiti di panggung akbar Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat. Skuad Les Grenadiers resmi menjadi tim pertama yang tersingkir dari kompetisi setelah digulung raksasa Amerika Selatan, Brasil, dengan skor telak 3-0 pada Jumat malam waktu setempat. Kemenangan mutlak Tim Samba seluruhnya tercipta pada babak pertama melalui dua gol dari Matheus Cunha dan satu sumbangan gol dari bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Sebelum laga krusial ini dimulai, kemenangan Maroko atas Skotlandia di pertandingan lain sebenarnya telah menempatkan Haiti di ujung tanduk. Mereka wajib mencuri minimal satu poin dari Brasil demi menjaga asa kelolosan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Hasil minor ini membuat Haiti terbenam di dasar klasemen Grup C tanpa poin dari dua laga, sementara Brasil dan Maroko kini nyaman memimpin di puncak dengan masing-masing mengoleksi empat poin, disusul Skotlandia dengan tiga poin.
Haiti dipastikan tidak bisa mengejar ketertinggalan karena kalah dalam regulasi rekor pertemuan (head-to-head) dengan Skotlandia yang sempat mengalahkan mereka di laga pembuka. Alhasil, pertandingan pamungkas grup nanti tidak akan berpengaruh lagi bagi nasib Haiti. Di sisi lain, Brasil kini berhak memuncaki klasemen sementara berkat keunggulan selisih gol atas Maroko.
Jalannya pertandingan sepenuhnya menjadi panggung pertunjukan bagi lini serang Brasil. Dua gol pertama yang dicetak oleh Matheus Cunha lahir akibat kesalahan fatal para pemain Haiti yang kehilangan bola di lini tengah. Gol pembuka Cunha tercipta setelah ia menyambar bola muntah hasil tendangan keras Vinicius Junior. Tak lama berselang, kerja sama apik keduanya kembali membuahkan hasil saat Cunha menerima umpan terobosan manja dari Vini Jr dan menyelesaikannya dengan sepakan berkelas ke tiang dekat. Sebelum turun minum, Vini Jr menyempurnakan performa gemilangnya dengan mencetak gol ketiga bagi Selecao.
Memasuki paruh kedua, Haiti yang enggan menyerah begitu saja mencoba tampil lebih menekan demi mencetak gol hiburan sekaligus gol pertama mereka di turnamen ini. Mereka bahkan melakukan pekerjaan dengan sangat baik dalam menjaga penguasaan bola di area pertahanan Brasil. Sayangnya, rapat dan disiplinnya barisan belakang Brasil membuat Haiti gagal memberikan ancaman yang benar-benar serius ke gawang yang dikawal ketat oleh Alisson Becker.
Meski harus pulang lebih awal, pencapaian lolos ke Piala Dunia 2026 tetap menjadi catatan sejarah yang luar biasa bagi Haiti. Ini adalah kali pertama mereka berhasil menembus putaran final sejak tahun 1974 silam. Keberhasilan ini terasa kian emosional mengingat perjuangan berat skuad Haiti yang bahkan tidak bisa memainkan satu pun laga kualifikasi di stadion kandang mereka sendiri akibat situasi domestik.
Namun, kemenangan meyakinkan Brasil ini harus dibayar cukup mahal. Skuad asuhan Dorival Junior tersebut sempat dihantui kekhawatiran besar di babak pertama setelah winger andalan mereka, Raphinha, mengalami cedera. Pemain Barcelona tersebut terpaksa keluar lapangan dengan raut wajah kecewa yang mendalam setelah mendadak terjatuh tanpa adanya kontak fisik dengan pemain lawan, lalu langsung memberikan isyarat kepada tim medis untuk segera masuk ke dalam lapangan. Skuad Brasil kini berharap-harap cemas menanti hasil pemeriksaan sang penyerang sayap menjelang laga penentuan grup melawan Skotlandia. (*)
Editor : Indra Zakaria