Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Drama Kartu Merah Folarin Balogun di Stadion Levi's: Dari Pahlawan Amerika Serikat Menjadi Pesakitan

Redaksi Prokal • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:06 WIB
Striker timnas Amerika Serikat Folarin Balogun cetak gol dan mendapatkan kartu merah di laga Piala Dunia 2026 lawan Bosnia. (ig @sportsgully)
Striker timnas Amerika Serikat Folarin Balogun cetak gol dan mendapatkan kartu merah di laga Piala Dunia 2026 lawan Bosnia. (ig @sportsgully)

PROKAL.CO- Striker tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, mendadak menjadi buah bibir paling panas dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 kontra Bosnia dan Herzegovina. Bomber tajam tersebut mengalami nasib yang berbanding terbalik dalam waktu singkat, di mana ia sukses mencetak gol pembuka yang indah sebelum akhirnya diusir keluar lapangan oleh wasit akibat kartu merah langsung yang kontroversial.

Keputusan krusial tersebut diambil oleh wasit Raphael Claus setelah sang penyerang dinyatakan melakukan pelanggaran serius terhadap bek tengah Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic. Insiden ini pun langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola internasional.

Sebelum drama kartu merah itu pecah, Balogun sebenarnya kembali pamer ketajaman di hadapan publik sendiri. Penyerang andalan The Stars & Stripes ini berhasil memecah kebuntuan dengan memanfaatkan situasi bola liar di dalam kotak penalti hasil dari dua kali pantulan beruntun. Dengan insting golnya yang tinggi, Balogun dengan sigap memutar badannya dan melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau oleh penjaga gawang Bosnia, Nikola Vasilj. Gol indah ini merupakan koleksi gol ketiganya sepanjang turnamen Piala Dunia 2026 sekaligus membawa Amerika Serikat memimpin di penghujung babak pertama. Namun sayang, kegembiraan publik tuan rumah tidak bertahan lama setelah petaka datang beberapa saat kemudian.

Kronologi Insiden Tendon Achilles yang Dipantau VAR

Melansir dari laporan Sports Illustrated, petaka bermula ketika Balogun terlibat duel perebutan bola yang sengit dengan Muharemovic. Saat mencoba mendaratkan kaki kanannya untuk menjaga keseimbangan tubuh, posisi jatuh Balogun tidak sempurna di mana stud atau pul sepatu bolanya justru menancap telak di area tendon Achilles sang bek, alih-alih mengenai bola atau rumput lapangan.

Melihat insiden berbahaya tersebut, wasit Raphael Claus langsung dipanggil oleh petugas VAR untuk meninjau ulang rekaman kejadian melalui monitor di pinggir lapangan. Setelah mengamati tayangan ulang secara saksama, Claus membatalkan keputusan awalnya dan langsung mengacungkan kartu merah ke arah Balogun.

Di hadapan lebih dari 68 ribu suporter yang memadati Stadion Levi's, Claus mengumumkan secara resmi bahwa sang striker diusir karena terbukti melakukan tindakan pelanggaran yang sangat serius.

Mengenal Aturan Pelanggaran Serius dan Perdebatan Slow Motion

Jika mengacu pada Pasal 12 Laws of the Game yang diterbitkan oleh IFAB, kategori pelanggaran serius didefinisikan sebagai tekel atau tantangan yang dinilai membahayakan keselamatan pemain lawan, menggunakan kekuatan yang berlebihan, ataupun tindakan yang mengarah pada kebrutalan.

Meskipun banyak pihak menilai bahwa Balogun sama sekali tidak berniat melakukan tekel melainkan murni kehilangan keseimbangan, benturan keras tersebut faktanya membuat Muharemovic terkapar hingga harus mendapatkan perawatan medis intensif di tengah lapangan hijau. Faktor cedera lawan inilah yang disinyalir memperkuat keyakinan wasit untuk mengusir Balogun.

Sanksi kartu merah langsung ini langsung memanen kritik dan reaksi keras dari suporter tuan rumah. Banyak pengamat menilai penggunaan tayangan ulang dalam format gerakan lambat (slow motion) oleh tim VAR membuat insiden benturan tersebut terlihat jauh lebih mengerikan dan dramatis dibandingkan dengan situasi asli di lapangan dengan kecepatan normal.

Berdasarkan pedoman resmi IFAB sendiri, tayangan lambat idealnya hanya digunakan untuk memastikan titik kontak fisik, sedangkan untuk mengukur tingkat intensitas pelanggaran disarankan menggunakan kecepatan normal. Selain itu, publik juga mempertanyakan konsistensi wasit lantaran insiden serupa di pertandingan lain kerap kali hanya diganjar kartu kuning. Terlepas dari segala polemik tersebut, Amerika Serikat terpaksa harus berjuang dengan 10 pemain di sisa laga krusial babak gugur ini. (*)

Editor : Indra Zakaria
#amerika serikat