PROKAL.CO- Sebuah kisah unik sekaligus jenius mewarnai keberhasilan Mesir melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Di balik kemenangan dramatis lewat adu penalti saat menyingkirkan Australia, skuad The Pharaohs ternyata menerapkan strategi psikologis yang tidak biasa, yakni "menonton bareng" video eksekusi penalti Kylian Mbappe tepat sebelum babak tos-tosan dimulai.
Drama di atas lapangan sebenarnya sudah memanas menjelang akhir babak tambahan waktu. Australia membuat keputusan mengejutkan pada menit ke-119 dengan mengganti penjaga gawang utama mereka, sebuah taktik yang sengaja disiapkan pelatih demi menghadirkan kiper yang dinilai lebih siap menghadapi situasi satu lawan satu dari titik putih.
Namun, Mesir merespons tekanan tersebut dengan cara yang jauh lebih kreatif di pinggir lapangan. Alih-alih hanya melakukan briefing taktis singkat, para pemain Mesir justru berkumpul mengelilingi layar untuk menyaksikan rekaman video penalti Kylian Mbappe saat membela Real Madrid. Video tersebut memperlihatkan momen ketika Mbappe sukses menaklukkan gawang Levante yang saat itu dikawal oleh Mathew Ryan—kiper andalan Australia yang juga bermain dalam laga ini.
Momen unik tersebut langsung menjadi buah bibir di media sosial, bahkan para penggemar sepak bola menjulukinya sebagai "tutorial YouTube" versi profesional. Strategi memanfaatkan rekaman megabintang dunia untuk mempelajari kebiasaan serta arah antisipasi Mathew Ryan terbukti ampuh memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi para algojo Mesir.
Hasil di lapangan pun berbicara. Empat eksekutor Mesir yang maju ke titik putih tampil dengan ketenangan luar biasa dan sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa bisa dihalau. Sebaliknya, kubu Australia justru kehilangan momentum setelah dua dari empat penendang mereka gagal menyarangkan bola ke dalam gawang.
Pergantian kiper yang dilakukan Australia di menit-menit akhir akhirnya berujung antiklimaks, sementara Mesir keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 pada babak adu penalti. Pertandingan ini membuktikan bahwa babak tos-tosan bukan sekadar masalah keberuntungan, melainkan tentang kesiapan mental, analisis detail terhadap lawan, dan kecerdikan strategi kecil yang mampu membalikkan keadaan di bawah tekanan besar. (*)
Editor : Indra Zakaria