Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Luka Adu Penalti Socceroos: Jackson Irvine Pasang Badan dan Minta Publik Tak Kambinghitamkan Pemain Muda

Redaksi Prokal • Sabtu, 4 Juli 2026 | 10:16 WIB
Para pemain Australia berselebrasi setelah tercipta gol penyama kedudukan ke gawang Mesir.
Para pemain Australia berselebrasi setelah tercipta gol penyama kedudukan ke gawang Mesir.

 
PROKAL.CO- Rasa kecewa berat tidak bisa disembunyikan dari wajah gelandang sekaligus kapten tim nasional Australia, Jackson Irvine, usai langkah negaranya terhenti secara tragis di babak gugur Piala Dunia 2026. Berbicara setelah kekalahan menyakitkan lewat drama adu penalti kontra Mesir, Irvine menegaskan bahwa seluruh elemen tim harus tetap bersatu dan menolak membiarkan para eksekutor yang gagal menjadi sasaran kambing hitam.

Pertandingan babak 32 besar tersebut menyajikan duel menguras fisik dan emosi yang berakhir imbang 1-1 sepanjang 120 menit. The Socceroos sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Emam Ashour, sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Mohamed Hany. Namun di babak tos-tosan, dewi fortuna menjauh dari skuad asuhan Tony Popovic setelah dua penendang mereka, Harry Souttar dan pemain muda Lucas Herrington, gagal menyarangkan bola hingga Australia takluk dengan skor 2-4.

Bagi Irvine, kalah dengan cara seperti ini memberikan rasa sakit yang mendalam, namun ia justru menaruh rasa hormat yang luar biasa bagi rekan-rekannya yang berani mengambil tanggung jawab di titik putih. Ia pasang badan dan mengingatkan publik bahwa maju sebagai eksekutor setelah bermain mati-matian selama dua jam di atas lapangan membutuhkan keteguhan hati serta mentalitas yang luar biasa tinggi.

Irvine sangat berharap publik Australia dan para penggemar sepak bola memberikan dukungan moral yang layak bagi Souttar dan Herrington, alih-alih menghujat mereka. Sang gelandang senior mengingatkan kembali prinsip utama tim bahwa sejak awal turnamen, kekuatan terbesar Australia terletak pada kebersamaan kelompok, di mana kemenangan dirayakan bersama dan kekalahan pun dipikul secara kolektif.

Hasil minor ini sekaligus memperpanjang catatan kelam Australia yang kembali mengulangi kegagalan mengemas kemenangan di fase gugur Piala Dunia. Hasil pahit di Amerika Serikat ini seolah membuka luka lama dari memori edisi 2006 saat mereka ditumbangkan Italia, serta edisi 2022 ketika harus menyerah di tangan Argentina. Kendati pulang dengan tangan hampa, Irvine menegaskan skuadnya akan tetap berdiri tegak sebagai satu kesatuan yang utuh. (*)

Editor : Indra Zakaria
#australia