Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Inggris Depak Meksiko 3-2, Pelukan Heboh Peter Crouch Curi Perhatian

Redaksi Prokal • Selasa, 7 Juli 2026 | 11:00 WIB
Pelukan emosional Peter Crouch kepada Harry Kane. (FIFA)
Pelukan emosional Peter Crouch kepada Harry Kane. (FIFA)

PROKAL.CO- Kelolosan dramatis tim nasional Inggris ke babak perempat final Piala Dunia 2026 menyisakan banyak kisah menarik di luar lapangan. Di samping perjuangan heroik The Three Lions membungkam Meksiko 3-2 di bawah atmosfer magis Stadion Azteca, sorotan publik justru tertuju pada momen emosional nan menggelitik yang melibatkan mantan striker jangkung Inggris, Peter Crouch, dengan sang kapten Harry Kane.

Begitu wasit meniup peluit panjang penanda berakhirnya laga, pesta pora skuad Inggris langsung pecah di hadapan ribuan pendukungnya. Di tengah euforia tersebut, Peter Crouch yang bertugas di tepi lapangan tidak mampu membendung naluri suporternya. Mantan penyerang Tottenham Hotspur itu langsung berlari menghampiri Harry Kane, memeluknya dengan penuh semangat, sambil melompat kegirangan.

Dalam potongan video yang viral di media sosial, Crouch yang memiliki postur menjulang bahkan terdengar meneriakkan ungkapan cinta dan rasa bangganya yang menggebu-gebu kepada Kane. Ekspresi spontan nan jenaka dari Crouch ini langsung panen pujian dari para suporter, yang menilai bahwa reaksi tersebut mewakili luapan emosi jutaan warga Inggris setelah menyaksikan laga yang menguras jantung.

Kemenangan Inggris di tanah Meksiko memang diraih lewat jalan terjal. Anak asuh Thomas Tuchel sejatinya langsung tancap gas sejak sepak mula. Hasilnya, gelandang muda Jude Bellingham sukses mengacak-acak pertahanan tuan rumah dan memborong dua gol cepat pada paruh pertama berkat penyelesaian akhir yang klinis. Namun, Meksiko yang tampil di hadapan publik sendiri menolak mengibarkan bendera putih. Julian Quinones berhasil memperkecil ketertinggalan tepat sebelum turun minum, membuat intensitas pertandingan kembali memanas.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Inggris setelah bek muda Jarrell Quansah diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-54. Bermain dengan 10 orang membuat Inggris terus digempur oleh gelombang serangan El Tri. Beruntung, kematangan mental berbicara; Inggris justru berhasil memperlebar jarak setelah Harry Kane dengan dingin mengeksusi hadiah penalti.

Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2, juga melalui titik putih lewat kaki Raul Jimenez. Namun, lini pertahanan Inggris tampil bak tembok kokoh untuk mempertahankan keunggulan hingga laga usai. Pesta kelolosan ini ditutup dengan pemandangan emosional di tribun stadion. Para pemain Inggris dan ribuan suporter kompak menggaungkan lagu legendaris "Wonderwall" milik Oasis secara serentak. Begitu larutnya dalam perayaan dan bernyanyi bersama fans, Harry Kane bahkan dikabarkan sampai kehilangan suaranya pasca-pertandingan.

"Kami kalah secara terhormat. Inggris menunjukkan mengapa mereka adalah tim besar saat bermain dengan sepuluh orang," ujar gelandang Meksiko, Erik Lira, memberikan rasa hormatnya kepada sang lawan. Kini, langkah kaki Inggris di Piala Dunia 2026 akan semakin berat. Di babak perempat final, Thomas Tuchel sudah ditunggu oleh Norwegia—tim kejutan yang secara tak terduga berhasil mendepak raksasa Amerika Latin, Brasil.

Laga delapan besar nanti diprediksi akan menjadi ujian berat bagi lini belakang Inggris, mengingat Norwegia memiliki Erling Haaland yang saat ini berstatus sebagai top skor sementara turnamen dan sedang berada dalam performa paling menakutkan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#harry kane