Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lapak Kue Broncong Hancur Ditabrak Honda BR-V di Bontang, Ternyata Pengemudinya Pelajar Tanpa SIM

Redaksi Prokal • 2026-02-08 13:15:00
Mobil yang menabrak pedagang di Bontang.
Mobil yang menabrak pedagang di Bontang.

BONTANG – Fakta baru terungkap dalam insiden kecelakaan yang melibatkan sebuah mobil Honda BR-V di Jalan S Parman pada Jumat (6/2). Pengemudi mobil yang menabrak lapak pedagang kue broncong tersebut dipastikan masih berstatus sebagai pelajar dan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Petugas Satlantas Polres Bontang, Hanip, mengonfirmasi bahwa pengendara mobil abu-abu gelap tersebut masih di bawah umur. Hal ini menunjukkan bahwa pengemudi tidak memenuhi kualifikasi hukum untuk mengoperasikan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Pengemudinya masih pelajar dan tidak memiliki SIM,” tegas Hanip saat memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan awal, Minggu (8/2).

Kecelakaan tunggal ini terjadi saat mobil yang membawa tiga penumpang tersebut melaju dari arah Bontang Plaza menuju Terminal Bontang. Saat melintasi tanjakan di Jalan S Parman, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali dan menghantam lapak pedagang yang berada di bahu jalan. Meskipun tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa yang terjadi sesaat sebelum waktu salat Jumat tersebut, pemilik lapak menderita kerugian materiil yang cukup besar akibat gerobak dan dagangannya yang hancur.

Menanggapi insiden ini, Satlantas Polres Bontang memberikan imbauan keras kepada para orang tua di Kota Bontang. Hanip meminta orang tua untuk lebih bijak dan tidak membiarkan anak-anak mereka yang belum cukup umur membawa kendaraan sendiri.

“Kami mengimbau orang tua agar lebih memperketat pengawasan. Jika memang belum memiliki SIM, lebih baik anak diantar saja. Jangan biarkan mereka mengemudi sendiri demi keselamatan mereka dan pengguna jalan lainnya,” tambah Hanip.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut, sementara masyarakat setempat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama yang melibatkan pengemudi di bawah umur. (*)

Editor : Indra Zakaria