Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Talk Show Inspiratif di Pameran Tugas Akhir Despro ITATS

wahyu-Wahyu KP • Kamis, 17 Januari 2019 - 15:14 WIB

SURABAYA – Tugas akhir (TA) mahasiswa Jurusan Desain Produk Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (Despro ITATS) nggak hanya ditujukan sebagai pemenuhan nilai. Di Craft Center Royal Plaza, Surabaya, pada 4–5 Januari lalu, mahasiswa Despro ITATS juga diberi kesempatan untuk memamerkan karya kepada khalayak umum.

’’Tujuannya sih buat ajang show off kepada masyarakat. Ini loh Despro ITATS. Kami juga ingin mendapat penilaian yang lebih objektif dari pengunjung,’’ terang Alfan Nurochman, ketua panitia.

Acara bertajuk Good Look itu bukan kali pertama diselenggarakan loh. Sebab, tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-11. Kali ini isu sekaligus tema yang diangkat adalah Beauty and Men’s Care. Selain pameran beragam tugas akhir mahasiswa, ada beberapa talk show yang diisi pembicara inspiratif. Mulai Chumaidy (Artisan Toys Epoclay), Supardi (Griya Enceng Gondok), Siswa Maulana Malik (kerajinan bonggol jagung), hingga Dzai Dzul (founder Luido Co).

Pada hari kedua penyelenggaraannya Sabtu (5/1), antusiasme pengunjung cukup tinggi. Terlebih ketika talk show dari Luido dimulai. Founder Luido Co Dzai Dzul diundang langsung sebagai pembicara dan menjelaskan inovasinya dalam mengolah lumpur Lapindo menjadi jam tangan yang bernilai jual tinggi. Ide tersebut muncul dari keresahan Dzul saat mengetahui bahwa pemanfaatan lumpur Lapindo belum maksimal. Mengingat, dampak yang disebabkan lumpur Lapindo mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat. ’’Setidaknya saya ingin menyelesaikan masalah tersebut meski nggak secara langsung,’’ ujarnya.

Nggak hanya membuat jam, lewat tangan dinginnya, lumpur Lapindo juga mampu ’’disulapnya’’ menjadi tempat aksesori, asbak, hingga dekorasi rumah lainnya. Awalnya, inisiatif itu dilakukan untuk memenuhi tugas akhir kuliahnya, tapi berlanjut hingga sekarang dan menjadi pekerjaannya. ’’Sebenarnya yang ingin saya tonjolkan adalah story-nya. Otomatis, target pasarnya adalah kalangan yang punya kepekaan pada isu-isu sosial dan lingkungan,’’ tutur Dzul. (efn/c14/dhs)

Editor : wahyu-Wahyu KP