Satu per satu pengakuan tentang buruknya sikap Ellen DeGeneres bermunculan. Dari staf hingga para bintang tamu yang pernah datang ke acaranya. Dia disebut sebagai toksik di lingkungan kerjanya. Itu sangat kontras dengan citranya yang baik, murah hati, dan lucu.
’’Aku tidak tahu bagaimana itu dimulai. Tolong bicaralah kepadaku. Tatap mataku,’’ kata DeGeneres dalam panggilan Zoom bersama stafnya pada Senin siang (17/8) waktu setempat, sebagaimana diungkapkan seorang sumber yang dilansir dari Page Six. DeGeneres memberikan klarifikasi terkait dengan satu di antara rumor buruk yang menyerangnya.
Dia membantah tuduhan bahwa dirinya tidak mengizinkan siapa pun untuk menatap matanya saat bekerja. Tuduhan itu datang dari Neil Breen, eksekutif senior acara Today. Breen bercerita bahwa dia bekerja sama dengan DeGeneres yang hadir dalam acara pada 2013. Dia lantas mendapat pesan dari produser DeGeneres sebelum perempuan berambut cepak itu naik ke atas panggung.
’’Sekarang Neil, tidak ada yang berbicara dengan Ellen. Kamu tidak bisa berbicara dengannya, kamu tidak mendekatinya, kamu tidak melihatnya. Dia akan masuk, dia akan duduk, dia akan berbicara dengan Richard (Wilkins selaku host, Red) dan kemudian Ellen akan pergi,’’ kata Breen menirukan ucapan sang produser.
Breen tidak yakin apakah peraturan tersebut dibuat DeGeneres atau tidak. Sebab, Breen tidak mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan DeGeneres. Namun, Breen berani bilang bahwa bekerja dengan DeGeneres itu rentan. ’’Aku tidak tahu apakah dia orang yang baik atau tidak, aku tidak punya petunjuk. Tapi, aku bisa bilang bahwa orang yang bekerja dengannya seolah berjalan di atas kulit telur sepanjang waktu,’’ tandasnya.
DeGeneres tentu tidak mengakui hal itu. Dia menyebut rumor tersebut gila dan tidak benar. ’’Aku tidak tahu bagaimana itu dimulai. Itu bukan diriku,’’ ujarnya.
Kontroversi dimulai ketika komedian Kevin T. Porter membuat cuitan di Twitter yang menyebutkan bahwa DeGeneres adalah salah satu orang terjahat yang masih hidup. ’’Respons cuitan ini dengan cerita paling gila tentang Ellen menjadi jahat yang pernah kamu dengar dan aku akan mendonasikan USD 2 (Rp 29.500) kepada @LAFoodBank untuk setiap cuitan kalian,’’ cuit Porter pada April lalu.
Dari situlah, banyak warganet yang buka suara. Salah satunya, penulis TV Benjamin Siemon yang mengaku bahwa DeGeneres punya ”hidung sensitif”. Tiap orang harus mengunyah permen karet yang tersedia di luar kantornya sebelum berbicara dengannya. ’’Dan jika dia pikir kamu bau hari itu, kamu harus pulang dan mandi,’’ katanya.
Kondisi memanas ketika seorang mantan bodyguard-nya membenarkan soal tindakan kurang ramah itu. Menurut dia, DeGeneres bahkan tidak pernah mengucap ”halo” atau ”terima kasih” kepadanya.
Pada 17 Juli, Buzzfeed menerbitkan laporan tentang lingkungan kerja The Ellen DeGeneres Show yang dihimpun dari sepuluh mantan karyawan dan satu orang karyawannya. Secara anonim, mereka mendeskripsikan lingkungan kerja yang toksik dengan budaya rasis, ketakutan, dan intimidasi.
Ada beberapa karyawan yang dipecat karena izin atas alasan kesehatan, menghadiri pemakaman keluarga, dan mengunggah swafoto di kantor di Instagram story. ’’Kalimat ’jadilah orang baik’ hanya terjadi ketika kamera menyala. Itu semua hanya untuk show,’’ kata salah seorang mantan karyawan.
Setelah itu, perombakan internal terjadi pada acara tersebut. Pada akhir bulan lalu, DeGeneres menyatakan bahwa saat ini investigasi internal tengah digelar distributor acara tersebut, Warner Bros Television. Television membenarkan bahwa tiga orang produser top, Ed Glavin, Kevin Leman, dan Jonathan Norman telah berpisah dari mereka.
Dalam pertemuan via Zoom seperti yang telah disebutkan di atas, DeGeneres meminta maaf kepada 200 karyawannya. Dia berencana melakukan lebih banyak interaksi dengan mereka. ’’Apakah itu berarti aku sempurna? Tidak. Aku orang yang ’berlapis-lapis’ dan aku mencoba menjadi versi terbaik diriku dan belajar dari kesalahanku,’’ ujarnya. (News/Buzzfeed/Page Six/adn/c12/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria