Tinggikan Mimpi, Layani dengan Hati

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2020 | 13:16 WIB
BERSYUKUR: Memiliki hobi yang suka dengan aksesori dan pernak-pernik mengantarkan Imah sukses merintis usaha penyewaan perlengkapan pernikahan.
BERSYUKUR: Memiliki hobi yang suka dengan aksesori dan pernak-pernik mengantarkan Imah sukses merintis usaha penyewaan perlengkapan pernikahan.

Empat tahun lalu, Nur Hikmah Zamruddin menyiapkan perlengkapan pernikahannya sendiri. Mahar, dekorasi kamar, kotak cincin, kotak kain untuk pengiring pengantin (bridesmaid), hingga bridal car. Diakui sejak dulu memang suka mengoleksi berbagai pernak-pernik. Tak disangka, buah hobinya kini menghasilkan dan diincar calon pengantin.

 

SAMBIL terus bercerita, Hikmah atau karib disapa Imah menunjukkan gambar kotak cincin berhiaskan bunga hasil kreasinya. Gambar lain menunjukkan bentuk mahar dan hiasan bridal car dengan aksen bunga putih yang lahir dari tangannya.

"Nah, dua tahun setelahnya, adik ipar menikah, dan saya yang buatkan mahar dan dekorasi kamar. Dari situ ada yang punya studio jahit dan lihat (mahar), kemudian ngajak bikin paketan wedding mahar dan gaun. Tertarik kan, tapi lama enggak ada kabar. Akhirnya Mamah mengajak belanja dan langsung modal awal coba-coba. Awal mula namanya langsung Pretty Present," urai Imah.

KREATIF: Perlu proses kreatif saat mendekorasi hantaran atau seserahan, sehingga hasilnya bisa memuaskan klien atau calon pengantin.

Dia pun mulai mengkreasikan dekorasi untuk hantaran atau seserahan. Sebagai bentuk promosi, dia merangkai hantaran dari barang yang dipunya. “Ini sepatu sama tasku, ini bajunya Mamah,” ujarnya lalu terkekeh sambil menunjukkan video promosinya kala itu. Disambut baik, tak lama beberapa kawan memesan padanya. Hingga orderan hantaran terus masuk.

Disebutkan, saat itu hanya melayani mahar, hantaran, ring box, dan buket bunga. Kini semakin berkembang, berusaha memenuhi keinginan klien. Bridal car dan welcome sign juga dia layani. Imah mengatakan saat resign kerja sebelum menikah, dia memang tak bisa diam. Berusaha produktif dengan berjualan.

PENUH: Nur Hikmah atau Imah bersyukur usaha yang awalnya coba-coba kini mendatangkan rezeki. List orderan klien bahkan sudah mencapai Mei 2021.

"Pernah jualan madu sampai furnitur. Tapi yang beli kebanyakan teman. Nah, pas coba-coba jasa sewa hantaran dan pernak-perniknya itu kok malah ramai yang order kebanyakan orang yang enggak aku kenal, alhamdulillah," sebutnya.

Awal tahun lalu, Imah juga melebarkan usahanya ke jasa dekorasi. Namun, lebih ke konsep simpel dan minimalis. Dekorasi akad, tasmiyah, pre-wedding, hingga table setting acara ulang tahun dan perayaan privat lain. "Cuma sampai akhir tahun lalu, karena capek dan keteteran. Jadi stop dulu, insyaallah tahun depan buka lagi," ungkapnya.

Selama pandemi, diakui memang cukup terdampak pada usahanya. Sebab, adanya larangan mengadakan acara. Namun, setelah ramai diadakan simulasi wedding new normal, orderan kembali masuk. Bahkan diakui, dalam dua tanggal berdekatan dia berhasil melayani 24 paket hantaran. “Itu masing-masing paket ada yang 5 sampai 10 boks. Menurut saya, itu terbanyak yang pernah saya layani. Ada 24 pengantin di dua tanggal itu yang pesan ke saya,” sebutnya.

Mengaku tak terlalu serius awalnya, kini Imah sedang menyusun mimpinya. Perlahan namun pasti, ingin memiliki rumah toko (ruko) sendiri. Sehingga seluruh asetnya bisa tertampung dengan baik. “Sudah ada tempatnya, lagi progres,” sebut ibu dua anak itu.

Selain itu, diaberusaha melayani seluruh klien. Sebab, beberapa kali harus menolak karena jadwal penuh. “Ada tiga karyawan yang bantu, mau tambah lagi tapi masih dilema karena tempatnya masih belum memadai. Jadi doakan saja, insyaallah,” ujarnya.

Disinggung omzet, Imah hanya tersenyum. Menurutnya cukup dan masih tak menyangka jika usahanya semakin berkembang. Biaya penyewaan di tempatnya dari paketan harga Rp 250 ribu hingga Rp 1,5 juta. Menerima juga penyewaan boks hantaran satuan. Bahkan disebutkan jika booking tanggal sudah mencapai Mei 2021. (rdm/ndu/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
Sosok Bisnis Kaltim