LOS ANGELES– Saat menggarap Borat Subsequent Moviefilm, Sacha Baron Cohen menceritakan, dirinya sempat mengundang Donald Trump jadi bagian cast. Tapi, tawaran itu ditolak. Pemeran Borat Sagdiyev tersebut kembali mengajak Trump berakting. ”Saya selalu mencari seseorang untuk memerankan badut rasis dan kau jelas membutuhkan pekerjaan setelah 20 Januari (inaugurasi presiden baru Amerika Serikat, Red),” cuit Baron Cohen di akhir Oktober lalu.
Namun, tawaran itu ditarik kembali oleh aktor sekaligus komedian tersebut. Di Twitter, Baron Cohen menyatakan, ajakan syuting itu dianulir. ”Donald –saya tahu kamu menganggur dan saya menawarimu pekerjaan. Tapi, penampilanmu sepanjang pekan lalu tragis dan menyedihkan,” tulis aktor berusia 49 tahun itu. Dia justru melirik tokoh lain: Mark Zuckerberg.
”Satu batal. Satu lagi muncul,” cuitnya. Baron Cohen juga mengunggah foto Trump bersalaman dengan Zuckerberg. CEO sekaligus founder Facebook tersebut banyak dikritik lantaran bekerja sama dengan Trump. Dia juga ditengarai mendukung pihak pemerintahan Trump menyebarkan disinformasi di platform media sosial bentukannya.
Sejak dirilis pada 23 Oktober lalu, film kedua Borat laris ditonton. Mengutip data Variety, film Amazon Prime Video itu tercatat di peringkat kedua film rilisan layanan streaming video-on-demand terlaris di Amerika Serikat. Hanya kalah dari Hamilton: The Movie. Respons penonton pun positif. Borat Subsequent Moviefilm itu mendapat skor 86 persen di Rotten Tomatoes. (fam/c13/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria