Sudah Jatuh Cinta sejak Kecil

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Senin, 7 Desember 2020 | 11:30 WIB
TERUS BERMUSIK: Sofrinsyah terus mengasah kemampuan bermusiknya saat ditemui Kaltim Post belum lama ini. DADANG YS/KP
TERUS BERMUSIK: Sofrinsyah terus mengasah kemampuan bermusiknya saat ditemui Kaltim Post belum lama ini. DADANG YS/KP

BAKAT Sofrinsyah dalam memainkan gitar sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Panggung demi panggung sudah pernah dijajalnya. Bahkan, karena kepiawaian memetik senar gitar, dirinya sempat merasakan panggung bertaraf internasional.

Jemari Sofrinsyah bak menari di fretboard gitar miliknya. Kemampuan pria kelahiran Samarinda, 14 Mei 1989 itu memang sudah tak diragukan. Distorsi gitarnya membuat para penikmat musik kerap tak sadar ikut mengayunkan kepala. Menikmati musik ber-genre metal.

Kemampuannya dalam memainkan gitar itu tak lepas dari lingkungan keluarganya yang juga hobi bermusik. Kerap menyaksikan kemenakan saling menunjukkan kemampuan bergitar.

“Suka gitar dari melihat om sama teman-teman di kampung. Inspirasi pasti dari om sih, karena mainnya jago,” ucap Ovin, sapaan akrab Sofrinsyah. Tak ingin hanya menjadi penonton, Ovin lantas mulai belajar memainkan gitar. Meski tak ada yang mengajarinya, dirinya tak patah semangat. Kerap memerhatikan orang bermain gitar dan mencontohnya kembali menjadi trik untuk belajar.

Kegemarannya itu kerap membuatnya mengulik berbagai sumber. Bahkan kerap berkunjung ke Perpustakaan Daerah Kaltim untuk mencari buku tentang musik. Berbagai lagu baik dalam negeri hingga luar menjadi penambah semangatnya dalam bermusik. “Karena sering dengar musik dan kebetulan Kampung Jawa itu dulu memang remajanya suka musik metal, jadi senang juga. Macam-macam dengarnya, Sepultura dan Slayer, Megadeth, dan lainnya. Jadi, inspirasi dalam musik metal. Kalau belajar metal saat itu lagunya Bendera Kuning,” kenangnya.

Untuk mengembangkan dan menyalurkan bakatnya, Ovin bersama teman-teman sebayanya ikut membuat grup band beraliran rock alternatif. Dan, sempat mengeluarkan single berjudul Biarkan Saja. Sayang, grup band semasa “putih-abu-abu” itu tak berumur lama.

“Begitu mandek aku coba dalami gitar lagi. Saat itu kan sudah mulai kuliah, sudah ada lah YouTube, jadi hari-hari itu ya browsing. Eh, enggak lama ditawari Mas Ispro, Sulung Extreme Music untuk buat band. ya lahirlah Malvomed itu,” kuncinya. (*/dad/dra/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
musik