CAYMAN ISLANDS – Hidup Armie Hammer berubah 180 derajat setelah terseret skandal kekerasan seksual tahun lalu. Pekan lalu, wajah aktor Call Me by Your Name itu viral di media sosial. Hammer ada di flyer sebuah hotel di Cayman Islands dan terlihat menggunakan seragam resepsionis. Namun, unggahan tersebut segera dibantah pihak hotel. Mereka menyatakan, poster itu –yang kini telah dihapus– hanya prank.
Meski demikian, flyer tersebut tidak sepenuhnya salah. Di awal pekan ini, TMZ sempat memotret Hammer yang bekerja sebagai staf penjualan timeshare (kepemilikan properti akomodasi secara musiman dalam periode tertentu) di Morritt’s Resorts. Kabar itu kembali diklarifikasi Chris Butcher, direktur penjualan hotel bintang tiga tersebut.
”Dia bukan pegawai kami. Dia hanya bergolf dengan staf kami. Mereka mengundang Hammer untuk melihat pekerjaan mereka selama di hotel,” paparnya dalam wawancara dengan Los Angeles Times. Namun, kemarin (15/7) salah satu sumber anonim Variety menyatakan, Hammer bekerja di salah satu resor di Cayman Islands sebagai staf penjualan timeshare. Tidak ada keterangan terkait nama atau lokasi hotel.
Sumber itu menyatakan, Hammer bekerja di kubikel kecil. ”Kenyataannya, dia benar-benar bangkrut dan berusaha menyibukkan diri tiap harinya untuk mencari uang demi keluarga,” ujarnya. Terkait kabar itu, pengacara Hammer, Andrew Bettler, enggan memberikan keterangan lebih lanjut. ”Saya tidak bisa memberikan konfirmasi atau sanggahan karena Armie (Hammer) tidak pernah membahas hal itu,” tegasnya.
Hammer mulai terseret skandal pelecehan seksual pada awal tahun lalu. Beberapa perempuan mengaku sebagai korban dan menuduh aktor berusia 35 tahun tersebut telah melakukan kekerasan seksual dan pemerkosaan. Hal itu membuat nama Hammer dicoret dari beberapa proyek film. Salah satunya Shotgun Wedding yang juga dibintangi Jennifer Lopez. Penampilannya di Death on the Nile, film misteri adaptasi novel Agatha Christie, terpaksa dipotong. Hammer pun dicoret dari agensi.
Terkait skandal tersebut, Hammer –diwakili pengacaranya– bersikukuh tidak bersalah. Dia menegaskan, hubungannya dengan perempuan yang mengaku sebagai korban dilakukan dengan persetujuan kedua pihak. (fam/c9/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria