JANGAN tertipu dengan parasnya. Carlota Masaccio Mauren bisa tampil anggun, tapi jika sudah bertanding, ia tampil menjadi sosok yang berbeda. Dara kelahiran Semarang tahun 2004 ini seorang atlet kungfu dan wushu.
Melihatnya, Anda mungkin teringat sosok Chun Lee dalam film Street Fighter. Lota, sapaan akrabnya, mulai menekuni bela diri asal Tiongkok itu sejak tahun 2021 lalu. “Mulanya aku sering nganter adik latihan. Lambat laun, jadi tertarik juga untuk ikut latihan,” ujarnya kepada Radar Banjarmasin, (2/6).
“Selain memiliki banyak manfaat buat fisik dan kesehatan, aku juga ingin menambah pengalaman,” tambahnya. Namun, Lota sebenarnya tak pernah asing dengan dunia olahraga. “Mau nyoba yang baru. Sebelumnya kan ikut karate dan anggar,” ungkapnya.
Di mata Lota, kungfu dan wushu menawarkan gerakan-gerakan yang unik. “Membuat saya tertantang untuk mencoba. Semakin sulit gerakannya, menurut saya semakin menarik,” katanya.
Dia juga kepincut oleh kostum yang dikenakan para atletnya. “Bila tampil di lomba atau pementasan, kelihatan seperti seperti aktor di film-film laga,” serunya. Latihan keras Lota akhirnya mendatangkan prestasi. Dalam kurun waktu 2021 sampai 2023, anak ketiga dari empat bersaudara itu rutin menyabet gelar juara. Untuk menyebut beberapa, juara kedua Kejurnas 2021. Lalu juara ketiga Forda 2022. Dan juara pertama Forda 2023.
Tentu saja, no pain no gain. Lota juga pernah cedera. Bahkan sering. “Tapi enggak parah. Cuma sedikit lebam atau berdarah,” ujarnya. Dalam sepekan, ia bisa menghabiskan tiga sampai empat kali latihan. Menghadapi rutinitas itu, pernah pula Lota merasa kehabisan semangat.
Namun, ia selalu bisa mengatasinya. “Tinggal bilang dalam hati: kalau enggak latihan, nanti teman-teman bisa melampauiku. Lebih hebat dariku. Kalau malas, kapan aku juaranya,” ujarnya.
“Itu yang biasa kuucapkan ke diriku sendiri,” tutupnya. (war/gr/fud)