LOS ANGELES – DC Studios menaruh harapan besar kepada The Flash, film standalone pertama karakter Barry Allen alias The Flash yang diperankan Ezra Miller. Sayang, film itu kurang berhasil di box office. The Flash mengantongi USD 55,1 juta (Rp 826,4 miliar) dari box office Amerika Utara pada akhir pekan pertama penayangan.
The Flash diprediksi meraih USD 70 juta (Rp 1,05 triliun) pada pekan pertamanya. Bahkan, beberapa analis memperkirakan film itu mampu mencapai USD 85 juta (Rp 1,2 triliun) atau setidaknya USD 68 juta (Rp 1 triliun). Perkiraan tersebut didapat setelah mengamati pendapatan opening dari dua film DC Studios sebelumnya. Yakni, Black Adam (2022) sebesar USD 67 juta (Rp 1 triliun) dan Aquaman (2018) sebesar USD 67,8 juta (Rp 1,01 triliun).
Salah satu faktor loyonya The Flash di box office adalah karena penonton dan kritikus menilainya tidak cukup baik. Di CinemaScore, film itu mendapat skor ’B’, sama seperti Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) yang jadi salah satu film DCEU dengan skor terburuk. Di Rotten Tomatoes, kritikus memberi skor rata-rata 66 persen.
Tanpa skor yang baik, film itu menjadi kurang diperbincangkan. Terlebih, beberapa pekan terakhir menjadi pekan yang cukup padat di box office. Banyak film besar yang dirilis dalam waktu berdekatan. Misalnya, The Little Mermaid (26 Mei), Spider-Man: Across The Spider-Verse (2 Juni), dan Transformers: Rise of the Beasts (9 Juni). Lalu, yang akan datang, ada Indiana Jones and the Dial of Destiny (30 Juni), Mission: Impossible - Dead Reckoning Part One (12 Juli), serta Oppenheimer dan Barbie pada 21 Juli.
Skandal dan kontroversi yang melibatkan pemeran utamanya, Miller, juga berpengaruh. Miller terlibat serangkaian kasus kriminal di Hawaii pada 2020–2022, hingga akhirnya mengaku menderita gangguan kesehatan mental kompleks. Saat tur pers, Miller juga tidak melakukan interview seperti film superhero lainnya.
’’Ini adalah pembukaan tiga hari yang lemah untuk (film) pahlawan super. Ada pembukaan (film) serupa yang berkembang menjadi pendapatan besar. Tapi, kami tidak melihat itu di sini,’’ kata David A. Gross, yang menjalankan perusahaan konsultan film Franchise Entertainment Research, seperti dilansir dari Variety. Misalnya, Aquaman yang mengantongi pendapatan total cukup besar, yakni USD 1,1 miliar (Rp 16,5 triliun). (adn/c18/ayi)
Editor : izak-Indra Zakaria