Abdullah, lebih dikenal dengan panggilan Ulah. Berkarier di Samarinda telah mendapatkan prestasi baru sebagai musisi.
PERSONEL Malvomed itu menceritakan pencapaiannya saat ini. Tak main-main, tawaran menggiurkan salah satu brand gitar dari Negeri Paman Sam. "Alhamdulillah, dapat tawaran jadi Brand Ambassador (BA) brand gitar asal Amerika, GOC," ujarnya.
Dia bercerita bahwa awalnya sangat ingin membeli gitar, dan sudah lama tertarik merk GOC. Akhirnya dia memutuskan untuk membelinya melalui salah satu e-commerce internasional. Karena gitar tersebut tidak tersedia di Indonesia. Begitu gitar tiba, Ulah senang dan semangat membuat konten dengan gitar barunya. Tak lama kemudian, GOC melihat videonya dan meminta untuk diambil kembali (take down), lalu memposting ulang dan mengundang Ulah untuk kolaborasi.
"Beberapa waktu kemudian mereka melakukan wawancara dengan saya secara halus, bertanya apakah saya seorang musisi atau hanya hobi. Saya menceritakan tentang karier musik, dan tidak lama kemudian mereka menawarkan posisi sebagai BA," ungkap Ulah.
Tawaran itu masuk di pertengahan April lalu. GOC merupakan sebuah brand gitar asal Amerika Serikat yang mengkhususkan diri dalam gitar headless, yaitu gitar tanpa kepala yang didesain khusus untuk pasar musik keras seperti metal. Gitar-gitar mereka sesuai dengan standar Jepang dan Amerika.
"Awalnya saya tidak percaya ketika mereka menghubungi saya melalui direct message (DM) dengan bahasa Inggris. Saya yang kurang paham merasa seperti tidak percaya sampai akhirnya menggunakan terjemahan, dan ternyata benar. Senang, bangga, dan tidak pernah menyangka. Kontraknya tidak memiliki batas waktu, mereka hanya mengatakan bahwa kontrak endorsment akan terputus jika saya lebih sering menggunakan merek gitar lain," sambungnya.
Setelah menjadi BA, Ulah terus menghasilkan konten, karena misi GOC adalah untuk membuat musisi-musisi di Indonesia dan Asia Tenggara mengenal produk mereka. Hal itu didasarkan pada wawasan media sosial Ulah yang menunjukkan pasar mereka berada di Indonesia.
Konten yang dihasilkan Ulah beragam, baik di rumah maupun di studio, dan dipublikasikan di platform-platform seperti Instagram, YouTube shorts, dan TikTok.
Ulah adalah musisi sejak 2008, dan merupakan salah satu anggota band metal Malvomed yang bermarkas di Samarinda. Genre musik mereka adalah technical death metal.
Saat ini Ulah belum diundang ke Amerika Serikat. Namun, ada satu proyek besar di mana dia terlibat untuk membantu promosi. Ulah menjadi objek promosi mereka. Ulah tertarik dengan gitar GOC karena gitar tersebut tidak umum di Indonesia. Gitar headless umumnya dikaitkan dengan musik dangdut, terutama yang dikenal dengan sebutan "bang haji rhoma". Jarang sekali digunakan dalam musik metal. Oleh karena itu, tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui bahwa gitar headless juga dirancang untuk musik metal dan genre musik lainnya. Hal itu menarik minat Ulah karena bentuknya yang tidak umum dan sesuai dengan genre musik yang dimainkan.
Meski banyak band di Indonesia yang belum terekspose secara luas, namun sudah mendapatkan kesuksesan di tingkat internasional, seperti Burgerkill dan Death Squad yang telah melakukan tur Eropa, belum banyak dikenal masyarakat Indonesia.
Di Samarinda, industri musik sedang mengalami masa suram. Namun, setelah pandemi Covid-19, band Malvomed yang Ulah ikuti mulai mendapatkan lebih banyak acara musik metal, meski belum ada acara besar. Mereka terakhir tampil di tiga kota, Balikpapan, Tanah Grogot, dan Kutai Barat.
Sebelum menjadi BA, Ulah memang sering membuat konten, namun kurang semangat. Bak durian runtuh, setelah mendapatkan gitar baru, semangatnya kembali menggelora. Terlebih menjadi brand ambassador semakin memacu semangatnya karena terdapat target pencapaian yang harus dikejar bersama GOC.
Ulah berencana meningkatkan penampilan di Instagram agar semakin banyak orang melihat dan memperhatikan kontennya. Hal itu bertujuan agar misi GOC memberikan kesempatan yang berarti bagi Ulah sebagai Brand Ambassador, dan gitar GOC juga mendapatkan perhatian lebih banyak orang.
Saat ini, gitar yang Ulah gunakan khusus untuk genre musik metal. Namun, dalam proyek besar yang akan datang, GOC akan mengirimkan gitar non-metal kepada Ulah. Mereka ingin memasuki pasar Jepang, sehingga Ulah diminta untuk membuat konten yang tidak hanya terbatas pada musik metal, seperti J-Rocks dan sebagainya.
Sebelumnya, Ulah memiliki banyak gitar dengan merek yang berbeda, seperti Fender, Ibanez, dan Charvel. Namun, sebagian besar koleksinya sudah dijual dan digantikan gitar GOC, merek terbaru yang digunakan sekarang. Sebagai BA, Ulah tidak diperbolehkan menggunakan merek lain. (dra)
ARINA NURHIDAYAH
areenaheedayah@kaltimpost.co.id
Editor : izak-Indra Zakaria