Berharap Keadilan Segera Ditegakkan

izak-Indra Zakaria • Dipublikasikan Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:52 WIB
Baby Kristami
Baby Kristami

JAKARTA – Kontroversi yang terjadi di lingkup Miss Universe Indonesia belum menunjukkan titik terang. Para pihak yang terlibat belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus tersebut. Muncul dugaan sebagian finalis dibungkam oleh pihak PT Capella Swastika Karya selaku penyelenggara.

Namun, hal itu dibantah oleh Baby Kristami selaku pemenang ke-4 di ajang kecantikan bergengsi itu. ’’Kalau dari aku pribadi sih tidak dipaksa bungkam,” ucapnya saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, (14/8).

Dia membenarkan adanya agenda body checking yang sebetulnya tidak ada dalam rangkaian acara karantina. Namun, Baby mengaku tidak mengalami paksaan, apalagi ancaman, saat melakukan pemeriksaan tubuh. Atau hal lain di luar prosedur seperti yang dialami rekan-rekannya pada 1 Agustus itu. ’’Body checking itu dilakukan semua, 30 finalis. Kalau saya pribadi tidak difoto karena tidak ada tato dan luka. Tidak ada ancaman sama sekali dan saya juga tidak merasa diancam,” tutur Baby.

Dia mengaku masih berkomunikasi dengan finalis yang lain, termasuk para korban. Baby menyatakan, dirinya turut memantau kondisi para korban dan memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat. ’’Beberapa dari mereka sudah saya tanyakan kabarnya, mereka dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Baby mengaku prihatin atas pengalaman buruk yang dialami rekan-rekannya. Dia berharap permasalahan tersebut dapat segera menemukan titik terang dan terselesaikan. Begitu juga dengan para korban bisa melewati momen pahit ini dengan legawa dan segera mendapatkan hak serta keadilan.

’’Sedih, ya. Semoga ini cepat berlalu dan keadilan juga ditegakkan. Untuk teman-teman saya yang merasa dilecehkan, harus dihargai perasaannya dan diberi ruang aman,” terang Baby.

Sebelumnya, ada lebih dari 10 finalis yang mengalami pelecehan seksual saat proses body checking lantaran dianggap tidak sesuai prosedur. Di antaranya adalah mereka diminta menanggalkan seluruh pakaian lalu difoto tanpa persetujuan, diperiksa area privat tubuhnya, hingga kehadiran laki-laki tidak berkepentingan di area itu.

Bahkan, lima di antaranya dipotret dalam kondisi telanjang dada. Kasus tersebut sudah ditangani Polda Metro Jaya sejak Senin (7/8). Dan, kini masih dalam tahap proses penyelidikan. Tiga orang dipolisikan, termasuk owner PT Capella Swastika Karya sekaligus National Director Poppy Capella.

Menanggapi masalah itu, Miss Universe Organization (MUO) memutuskan untuk mencabut lisensi Miss Universe Indonesia dari PT Capella Swastika Karya. Itu artinya, peraih gelar Miss Universe Indonesia Fabianne Nicole tidak akan mewakili Indonesia di ajang Miss Universe. Sementara itu, melalui Instagram story, Poppy mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui, apalagi terlibat, kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. (shf/c17/ayi)

Editor : izak-Indra Zakaria