Profesi sebagai seorang penata rambut atau kapster saat ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Banyak anak-anak muda yang tertarik menjadi seorang kapster atau penata rambut seiring bermunculannya barbershop kekinian.
Menjadi kapster yang andal dan berkualitas sejatinya tidaklah mudah. Pasalnya, sang kapster tak hanya harus mempunyai kemampuan memotong, merawat, dan melakukan penataan rambut yang sesuai dengan keinginan dan tipe rambut kliennya, tetapi juga harus memiliki attiude yang baik.
"Seorang kapster yang berkualitas dan baik akan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dan terus belajar mengembangkan diri," ujar Co-Founder Captain Barbershop, Yogi Ang melalui keterangan tertulisnya.
"Selain skill cukur yang harus terus diasah, attitude seorang kapster juga harus dibentuk, karena kapster yang berkualitas adalah kapster yang ahli cukur dan memiliki attitude yang baik," sambungnya.
Melalui Captain Berbershop, Yogi juga ingin mengubah paradigma di masyarakat yang masih menganggap sebelah mata profesi kapter atau barberman. Pria yang sudah terjun di dunia barbershop sejak 2015 itu menyebut, profesi kapster merupakan pekerjaan yang menjanjikan.
"Kapster atau barberman merupakan profesi yang profesional yang tidak kalah penting dari profesi bergengsi lainnya. Namun, sering kali dianggap kecil dan profesi yang tidak menjanjikan untuk kelangsungan hidup," kata Yogi.
Yogi melanjutkan, tempatnya juga mengadakan sejumlah training untuk meningkatkan softkill maupun hardskill para kapsternya di dunia tata rambut. Mulai dari kemampuan memotong rambut, smoothing, perming, hingga fashion hair color. Mereka bahkan mendatangkan pelatih dari Korea Selatan untuk memberikan pelatihan memotong rambut yang sedang menjadi tren di sana kepada para kapster.
"Kami sangat fokus pada kepuasan customer, dan terus mengembangkan treatment yang dibutuhkan para customer. Sehingga customer bisa merasakan solusi terbaik untuk urusan penampilan,” ucapnya.(*)
Editor : izak-Indra Zakaria