Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

4 Fakta-fakta Tentang Rasa Takut! Bisa jadi Pelampiasan Emosi hingga Menaikan Mood!

izak-Indra Zakaria • 2023-11-03 09:30:45
Ilustrasi menghadapi rasa takut. Sumber: Freepik/Master1305
Ilustrasi menghadapi rasa takut. Sumber: Freepik/Master1305

Rasa takut atau ketakutan ternyata tidak hanya membawa dampak negatif.

Rupanya rasa takut merupakan tanggapan emosi dari tubuh terhadap ancaman.

Itu mengapa, rasa takut dimanfaatkan oleh orang-orang yang memproduksi film horor untuk mendapatkan eksposur dari para penonton.

Film horor menjadi salah satu genre favorit bagi masyarakat Indonesia karena sensasi rasa takut yang ditimbulkan ketika menonton horor.

Dilansir JawaPos dari Antara News, menurut Wakil Ketua I Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) sekaligus pengamat film, Hikmat Darmawan, menilai film horor lokal masih memiliki tempat dihati masyarakat. Karena nilai produksi hingga estetika di genre ini mengalami peningkatan. 

Dengan demikian menunjukkan bahwa, film horor di Indonesia banyak peminatnya. Hal ini pun berkaitan dengan menyukai rasa takut.

Kenapa kita menyukai rasa takut? Apakah ada kaitannya dengan faktor psikologi? Baca terus artikelnya!

Anatomi ketakutan

Ini yang terjadi pada tubuh jika kita merasakan ketakutan:

  1. Amygdala yang merupakan bagian otak yang merespon atau melawan menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan dua hormon stress yaitu adrenalin dan kortisol.
  2. Denyut jantung dan tekanan darah menjadi meningkat, yang membuat kita menjadi pucat, dingin, dan lembab. Hingga membuat kita merinding.
  3. Pupil mata membesar sehingga dapat melihat apa yang mengancam kita dengan jelas.
  4. Proses tubuh yang tidak membantu kita bertahan hidup akan berhenti sesaat, contohnya saluran pencernaan.

Mengatasi rasa takut adalah sebuah pencapaian dan relevansi

Setelah menyaksikan konten horor seperti film, cerita, atau podcast horor yang menegangkan bisa membuktikan keberanian dalam diri kita.

Artinya, ketika kita berhasil menonton horor yang menakutkan kita merasa telah melewati tantangan yang menguji adrenalin.

Ketika kamu mengonsumsi konten horor, seperti novel, podcast, atau film horor tak sedikit dari para penonton mengalami relevansi dengan cerita yang disuguhkan tersebut.

Hal ini pun menarik para pembuat konten horor untuk terus membuat konten-konten serupa yang sekiranya bisa dekat dengan penikmatnya.

Faktor ‘perasaan baik’ yang muncul

Dilansir dari Wate, studi yang dilakukan Concordia University mengatakan, kenikmatan yang didapatkan Sebagian dari rasa takut bukan dari rasa takut itu sendiri.

Sensasi tersebut timbul akibat dari pelepasan fisik dan emosional yang terjadi setelah situasi menakutkan.

Dopamin, yang bertugas membawa pesan kimiawi memberikan pesan antara sel-sel otak dan seluruh tubuh. Hal ini dikenal dengan hormon ‘perasaan baik’.

Dopamin terbuat dari kelenjar adrenal dan neurotransmitter yang membuat rasa senang. Otak manusia dengan sendirinya bisa melepaskan dopamine.

Semakin banyak dopamine dilepaskan, kamu akan merasa lebih baik dan mulai mencari lebih banyak perasaan itu. 

Melampiaskan emosi

Rasa takut bukan banyak ditimbulkan saat mengkonsumsi konten horor, jika

kita mencoba wahana ekstrem seperti menaiki roller coaster atau berada di ketinggian rasa ketakutan itu muncul.

Dalam situasi ini membuat ini memiliki kesempatan untuk mengekspresikan emosi dalam diri. Hal ini membuat kita lebih lega sehingga bisa meningkatkan mood. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria