Daging kambing merupakan salah satu bahan makanan yang populer di banyak negara, terutama di Asia dan Timur Tengah. Dalam masakan tradisional, daging kambing sering kali dijadikan bahan utama untuk hidangan yang beragam, mulai dari gulai, sate, hingga kari. Meskipun demikian, daging kambing sering dikaitkan dengan kandungan kolesterol dan lemak yang tinggi.
Selain itu, juga sering dikatakan jika daging kambing sebagai penyebab seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol yang tinggi.
Menurut penjelasan dr. Tirta melalui akun media sosial TikTok, daging kambing membuat darah tinggi adalah mitos. "Daging kambing, tongseng, tengkleng dan gulai itu jadi meroket (membuat darah tinggi) karena komponen garam dan kecapnya yang berlebihan," jelasnya. Selain itu dr. Tirta menjelaskan jika daging kambing yang belum diolah malah lebih sehat.
"Kalau daging kambingnya lebih sehat, proteinnya tinggi. Malah melebihi dari sapi," jelasnya
Menurut laman resmi Kementerian Kesehatan, terdapat macam daging yang harus dipahami yaitu daging merah dan daging merah olahan. Daging merah adalah semua jenis daging berotot dari mamalia termasuk daging sapi dan kambing.
Sedangkan daging olahan adalah daging yang telah diolah melalui pengasinan, pengawetan, fermentasi, diasap, atau proses lain untuk meningkatkan rasa atau keawetannya.
Hal ini dapat kita simpulkan ada perbedaan antara daging merah dan daging olahan yaitu kandungan garam (natrium) dan nitritnya akan lebih banyak pada daging olahan dibandingkan daging merah.
Selain itu, mengkonsumsi daging olahan memiliki risiko lebih besar menyebabkan timbul tekanan darah tinggi (hipertensi) dibandingkan yang mengkonsumsi daging merah.
Hal ini sejalan dengan salah penyebab hipertensi, yaitu jumlah garam yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap tekanan darah seseorang.
Pada kasus daging olahan ini dikarenakan tinggi tingkat garam pada daging olahan menyebabkan tingginya juga kemungkinan seseorang menjadi hipertensi. Sehingga hal yang disalahkan bukan terhadap perihal daging kambingnya, tetapi bagaimana cara memproses daging kambing.
Dalam proses pengolahan daging kambing, seringkali terdapat kebiasaan untuk menambahkan banyak garam pada daging kambing. Hal ini biasanya dilakukan untuk memberikan rasa yang lebih gurih pada daging kambing, dan jug mengurangi bau amis pada daging kambing. Namun, penambahan garam dalam jumlah yang terlalu banyak pada daging kambing bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan.
Terdapat cara alternatif untuk mengurangi penggunaan garam yaitu dengan penggunaan bumbu-bumbu lain seperti rempah-rempah atau bawang putih dapat memberikan rasa yang lebih enak pada daging kambing tanpa harus menambahkan terlalu banyak garam. (*)