Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Duduk Perkara Pemeriksaan Paula Verhoeven: Terseret Pusaran Kasus Umrah Bodong Hanania Travel Rp12,145 Miliar

Redaksi Prokal • Jumat, 12 Juni 2026 | 12:45 WIB
Paula Verhoeven
Paula Verhoeven

PROKAL.CO- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah yang membelit agen perjalanan Hanania Travel kini memasuki babak baru dengan memanggil sejumlah figur publik. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya secara resmi memeriksa model papan atas, Paula Verhoeven, sebagai saksi dalam pusaran kasus yang mencatat kerugian fantastis mencapai Rp12,145 miliar. Kehadiran Paula di markas kepolisian menjadi sorotan tajam setelah namanya ikut terseret karena pernah menggunakan jasa travel tersebut dalam sebuah perjalanan ke Tanah Suci beberapa waktu lalu.

Istri dari Baim Wong ini mendatangi siber mapolda dan menjalani pemeriksaan intensif selama beberapa jam demi menjawab sekitar 30 pertanyaan yang diajukan oleh tim penyidik. Usai keluar dari ruang pemeriksaan, Paula langsung meluruskan rumor liar yang beredar terkait statusnya. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan kontrak bisnis ataupun kerja sama promosi (endorsement) secara langsung dengan pihak Hanania Travel.

"Saya berangkat sebagai narasumber dan talent program televisi. Kerja sama dilakukan oleh pihak program dengan travel, bukan dengan saya secara langsung," ujar Paula kepada awak media yang telah menunggunya.

Menurut klarifikasi Paula, keberangkatannya ke Arab Saudi pada September 2024 silam murni merupakan bagian dari pemenuhan kontrak profesional sebagai pengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta. Seluruh urusan administrasi, akomodasi, hingga pembiayaan tiket diurus sepenuhnya oleh rumah produksi program televisi tersebut, sehingga ia tidak mengetahui latar belakang operasional internal dari pihak travel yang kini bermasalah. Demi memperkuat argumennya, Paula juga bersikap kooperatif dengan menyerahkan sejumlah berkas krusial kepada penyidik.

"Semua proses perjalanan diurus pihak program. Kehadiran saya di sini hanya untuk menyerahkan dokumen berupa kontrak pekerjaan dan dokumentasi kegiatan yang berkaitan dengan keberangkatan saya," tambahnya menjelaskan duduk perkara.

Hingga saat ini, pihak kepolisian mencatat sudah ada 128 orang jemaah yang menjadi korban dan resmi melayangkan laporan atas gagalnya keberangkatan ibadah mereka. Polisi menegaskan bahwa pemanggilan Paula Verhoeven murni dilakukan untuk melengkapi rangkaian lini masa dan mengumpulkan dokumen pendukung guna melacak aliran dana serta modus operandi yang dijalankan oleh manajemen Hanania Travel. (*)

Editor : Indra Zakaria
#paula verhoeven