PROKAL.CO- Kepulauan Galapagos memang tidak pernah kehabisan cara untuk memukau dunia dengan kekayaan faunanya yang luar biasa unik. Selain kura-kura raksasa dan iguana laut, wilayah perairan sedalam puluhan meter di kepulauan ini menyimpan satu penghuni laut dalam yang sangat nyentrik, yaitu Red-lipped Batfish atau yang kerap dijuluki sebagai "Ikan Menor".
Sesuai dengan namanya, keunikan paling mencolok dari ikan ini terletak pada bagian mulutnya. Di balik tubuhnya yang pipih dan berwarna abu-abu kecokelatan, ikan menor memiliki bibir berwarna merah cerah yang sangat kontras, terlihat persis seperti seseorang yang baru saja memoleskan lipstik tebal di wajahnya. Para ilmuwan menduga bahwa warna merah merona yang "menor" ini bukan sekadar pajangan, melainkan alat komunikasi visual yang penting untuk membantu mereka mengenali sesama jenis, terutama saat musim kawin tiba di kegelapan dasar laut.
Namun, bukan hanya urusan penampilan luar yang membuat ikan ini begitu istimewa. Jika sebagian besar ikan dikenal karena kelincahannya meliuk-liuk di dalam air, ikan menor justru dikenal sebagai perenang yang sangat buruk. Anatomi tubuh mereka tidak mendukung untuk bermanuver bebas di kolom air.
"Sebagai gantinya, ikan menor memilih gaya hidup yang tidak biasa: mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar laut dan lebih sering 'berjalan' di atas hamparan pasir daripada berenang."
Kemampuan berjalan ini didukung oleh modifikasi luar biasa pada sirip dada (pectoral) dan sirip perut (pelvic) mereka. Kedua sirip tersebut berevolusi menjadi struktur yang kuat dan kaku, berfungsi layaknya sepasang kaki mini yang mampu menopang dan melangkahkan tubuh mereka di dasar samudra. Di habitat aslinya, mereka akan tampak berjalan dengan santai sembari mencari mangsa berupa ikan-ikan kecil, udang, atau kepiting. Keberadaan ikan menor ini menjadi bukti nyata bagaimana proses evolu(*)si di Galapagos mampu menciptakan adaptasi makhluk hidup yang begitu ajaib sekaligus menghibur. (*)
Editor : Indra Zakaria