ASSAM — Suasana haru menyelimuti Taman Nasional Kaziranga, India, saat ratusan petugas kehutanan berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Joymala. Gajah patroli legendaris yang telah mendedikasikan hidupnya selama 34 tahun demi menjaga kelestarian satwa liar di Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut dinyatakan wafat pada usia 66 tahun setelah berjuang melawan sakit yang berkepanjangan.
Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas pengabdiannya yang luar biasa, otoritas taman nasional memberikan upacara penghormatan militer (Guard of Honour) dalam prosesi pemakaman Joymala.
Menteri Kehutanan Assam, Jayanta Mallabaruah, menyampaikan rasa duka yang mendalam dan menyebut Joymala sebagai salah satu "pejuang hutan terbaik" yang dimiliki India.
"Joymala jauh lebih dari sekadar gajah patroli. Ia adalah rekan terpercaya bagi generasi penjaga hutan dan mahout (pawang gajah) yang mendedikasikan hidup mereka untuk melindungi Kaziranga. Dedikasi dan pengorbanannya akan selalu menjadi sumber inspirasi," ujar Mallabaruah dalam pidato penghormatannya.
Selamat dari Terkaman Harimau dan Dikenal Internasional
Lahir pada tahun 1960 dan mulai resmi bertugas sebagai gajah patroli pada 1992, nama Joymala mendadak mencuri perhatian dunia internasional pada tahun 2004 karena keberaniannya yang luar biasa. Saat sedang melakukan patroli rutin menembus hutan lebat bersama pawangnya, seekor harimau betina liar tiba-tiba melompat dan menerkam ke arahnya. Alih-alih panik atau melarikan diri—yang bisa membahayakan nyawa petugas di atas punggungnya—Joymala dengan tenang menghadapi ancaman tersebut dan berhasil memaksa sang harimau mundur.
Momen dramatis yang berhasil diabadikan lewat kamera itu langsung viral secara global dan menjadi salah satu foto margasatwa paling ikonik dalam sejarah Taman Nasional Kaziranga, sekaligus menyimbolkan keberanian luar biasa dari gajah-gajah patroli India.
Selama lebih dari tiga dekade, Joymala menjadi andalan utama dalam operasi anti-perburuan liar, pemantauan satwa, hingga misi penyelamatan darurat. Di kawasan Kaziranga yang sering kali dilanda banjir besar dan memiliki medan rumput gajah yang sangat tinggi, kehadiran gajah terlatih seperti Joymala sangatlah krusial karena wilayah-wilayah rawan tersebut tidak bisa ditembus oleh kendaraan bermotor.
Meskipun Joymala kini telah tiada, warisan dan semangatnya dipastikan tidak akan pudar. Pihak otoritas taman nasional mengungkapkan bahwa dedikasi Joymala akan terus hidup melalui anak dan cucunya, yang saat ini juga telah dilatih dan bertugas sebagai gajah patroli di tempat yang sama, melanjutkan misi suci menjaga badak bercula satu dan harimau di Kaziranga. (*)
Editor : Indra Zakaria