Sebuah pesawat penumpang milik maskapai Air India dengan tujuan London mengangkut 242 orang dilaporkan jatuh pada Kamis (12/6), tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di negara bagian Gujarat, India barat.
Menurut otoritas setempat, pesawat Boeing 787 tersebut jatuh di kawasan permukiman Meghaninagar, Ahmedabad, setelah lepas landas pada pukul 13.39 waktu setempat (08.09 GMT/15:09 WIB). Layanan darurat segera dikerahkan ke lokasi kejadian.
Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) menyebutkan bahwa pesawat tersebut membawa 242 orang, termasuk dua pilot dan 10 awak kabin. Menurut DGCA, pesawat sempat mengirim sinyal darurat (Mayday) kepada pengatur lalu lintas udara (ATC) sesaat setelah mengudara, namun tidak merespons komunikasi selanjutnya.
Pihak Air India membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Mereka menyatakan bahwa penerbangan AI171 yang menuju Bandara London Gatwick mengalami “insiden” tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad. “Saat ini kami masih menghimpun informasi secara menyeluruh,” tulis Air India melalui akun resmi mereka di platform X.
Pihak Bandara Gatwick menyampaikan bahwa pesawat dijadwalkan mendarat di London pada pukul 18.25 waktu setempat. Pimpinan Air India, N. Chandrasekaran, menyampaikan rasa duka mendalam atas insiden tersebut.
“Fokus utama kami saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang terdampak dan keluarga mereka,” ujarnya dalam pernyataan resmi. “Kami bekerja sama dengan tim penyelamat di lokasi dan siap memberikan bantuan serta perhatian sebaik mungkin.”
Anggota parlemen India, Yusuf Pathan, menyebut insiden itu sebagai peristiwa yang mengejutkan dan menyampaikan doa bagi keselamatan seluruh penumpang dan awak yang berada di dalam pesawat.
SATU ORANG SELAMAT
Satu penumpang pesawat Air India ditemukan selamat dalam kecelakaan di dekat bandara Ahmadebad, Gujarat, India, Kamis (12/6/2025). Pesawat tujuan Londn, Inggris, itu jatuh setelah lepas landas dari bandara pukul 13.39 waktu setempat.
India Today, mengutip keterangan kepolisian Ahmadebad, melaporkan korban selamat terindentifikasi bernama Viswashkumar Ramesh. Pria yang tinggal di Inggris itu ditemukan masih berada di kursi nomor 11A.
Ajaibnya kondisi Ramesh masih terbilang baik, bahkan dia memberikan keterangan kepada polisi. Padahal, pesawatnya jatuh dan meledak, menghantam bangunan di darat.
BELA SUNGKAWA
Perdana Menteri India Narendra Modi, Kamis (12/6), menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya pesawat penumpang Air India tujuan London yang membawa 242 orang, dan menyebut kecelakaan udara ini sebagai tragedi yang "benar-benar mengejutkan dan menyedihkan".
"Kata-kata tak cukup untuk menggambarkan kesedihan ini. Di saat penuh duka ini, pikiran saya tertuju pada seluruh korban. Saya terus berkomunikasi dengan para menteri dan otoritas yang sedang bekerja untuk membantu para korban," tulis Modi melalui akun X resminya.
Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 itu jatuh di kawasan permukiman Meghaninagar, tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Negara Bagian Gujarat, India barat, kata Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India.
Air India melaporkan bahwa dari total 242 orang di dalam pesawat, 169 merupakan warga negara India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan seorang warga Kanada. Selain itu, terdapat dua pilot dan 10 awak kabin. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer turut menyampaikan keprihatinan mendalam.
“Gambar-gambar dari lokasi jatuhnya pesawat sangat menghancurkan hati. Saya terus menerima pembaruan terkait perkembangan situasi, dan pikiran saya tertuju kepada para penumpang dan keluarga mereka dalam masa sulit ini,” tulisnya di X.
Foto-foto yang dibagikan oleh Pasukan Keamanan Industri Pusat India memperlihatkan pesawat Air India menghantam sejumlah bangunan di kawasan permukiman Meghaninagar. Pemerintah setempat telah mengerahkan operasi penyelamatan dan evakuasi besar-besaran. Sementara puing-puing pesawat mulai dibersihkan.
Korban luka-luka telah dilarikan ke rumah sakit, namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban jiwa. Menurut siaran NDTV, pesawat tersebut menghantam asrama mahasiswa di sebuah fakultas kedokteran.
Sedikitnya lima mahasiswa dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit terdekat. (*)
Editor : Indra Zakaria