Dilansir dari NBC News, yang dikutip dari RIA Novosti salah satu kantor berita Rusia menyiarkan melalui Telegram bahwa salah satu reporternya berada di dalam lokasi ketika kelompok bersenjata masuk dan mulai menembaki para penonton konser.
Wartawan tersebut mengatakan bahwa setidaknya ada tiga pria bersenjata yang tidak bertopeng dan mengenakan penyamaran memasuki aula beberapa menit sebelum pukul 20.00 waktu Moskow.Kemudian kelompok bersenjata itu menembak orang-orang dari jarak dekat dan melemparkan bom pembakar.
Andrei Vorobyov, Gubernur Regional Moskow, mengatakan melalui Telegram bahwa lebih dari 70 ambulans telah dikirim ke lokasi penyerangan tempat konser.
"Segala sesuatu sedang dilakukan di tempat kejadian untuk menyelamatkan orang-orang," tulisnya dalam pesan Telegram.
"Unit Reaksi Cepat Khusus (SOBR) telah dikerahkan. Ada lebih dari 70 mobil ambulans di dekat Crocus, para dokter memberikan bantuan yang diperlukan untuk semua korban."Berdasarkan laporan jurnalis NBC News, Monica Alba pada 07.14 WIB, Kementerian Situasi Darurat Rusia mengatakan bahwa jumlah kru penyelamat yang merespons serangan tersebut terus bertambah dan saat ini mencakup lebih dari 320 petugas pemadam kebakaran, 130 kendaraan darurat, dan tiga helikopter yang menyiramkan air ke lokasi konser yang terbakar.
Para pejabat Rusia mengatakan bahwa pemerintah sedang menyelidiki serangan tersebut sebagai aksi teroris.
Media pemerintah Rusia, TASS melaporkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memikirkan para korban yang terluka dalam serangan ini dan berterima kasih kepada para dokter. "Putin berharap semua yang terluka dalam keadaan darurat di Balai Kota Crocus dapat pulih dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dokter," mengacu pada Tatiana Golikova, Wakil Perdana Menteri Kebijakan Sosial, Tenaga Kerja, Kesehatan, dan Penyediaan Pensiun Rusia.
Melalui kantor berita berafiliasi, Amaq yang dibagikan melalui Telegram, ISIS telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di Moskow, namun tidak memberikan bukti atas klaimnya. Serangan penembakan di Moskow ini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan teror mematikan di negara itu sejak tahun 2000-an.
Sebelumnya, pada 2017 seorang pengebom bunuh diri dari Kirgistan menewaskan 15 orang dan juga dirinya sendiri dalam sebuah serangan di kereta bawah tanah Saint Petersburg. (*)