Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Militan Houthi Serang Kapal Pengangkut Batu Bara di Laut Merah

Redaksi • Senin, 17 Juni 2024 - 10:15 WIB
Sebuah kapal terbakar di Laut Merah usai terkena serangan militan Houthi. (Foto: X)
Sebuah kapal terbakar di Laut Merah usai terkena serangan militan Houthi. (Foto: X)

 

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) memberi kabar bahwa awak kapal milik Yunani yang rusak akibat serangan militan Houthi Yaman kini telah dievakuasi. Serangan di dekat pelabuhan Hodeidah di Yaman pada Rabu itu menyebabkan banjir parah dan kerusakan pada ruang mesin, sehingga kapal tidak dapat bermanuver.

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran telah mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal terhadap Tutor dan kapal lain, Verbena, di Teluk Aden, selama beberapa hari terakhir. Dilansir dari The Guardian, serangan mereka juga merusak dua kapal lainnya dalam seminggu terakhir, menandai peningkatan efektivitas yang signifikan, kata perusahaan keamanan Inggris Ambrey.

Kelompok Houthi telah menggunakan drone dan rudal untuk menargetkan kapal-kapal di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden sejak November, sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina dalam perang Gaza. Mereka telah menenggelamkan satu kapal, menyita kapal lain dan membunuh tiga pelaut dalam serangan terpisah.

“Situasi ini tidak bisa dibiarkan,” kata Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional, Arsenio Dominguez, dalam sebuah pernyataan. Sejumlah 22 awak kapal Tutor sebagian besar adalah orang Filipina, kata Sekretaris Departemen Pekerja Migran Filipina, Hans Cacdac, pada konferensi pers di Manila. 

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, mengatakan bahwa pihak berwenang di negaranya sedang berkoordinasi dengan UKMTO untuk membawa para awak kapal ke Djibouti dan membawa mereka pulang.

Kampanye udara dan laut yang dilakukan Houthi telah mengganggu pengiriman global, menyebabkan penundaan dan biaya yang membengkak melalui rantai pasokan. Setidaknya 65 negara dan perusahaan energi dan pelayaran besar termasuk Shell, BP, Maersk dan Cosco terkena dampaknya, menurut laporan intelijen AS. (jpg/dwi)

 

 
Editor : Indra Zakaria