AMERIKA SERIKAT — Serangan musim dingin yang ekstrem tengah melumpuhkan sistem transportasi dan jaringan energi di berbagai wilayah Amerika Serikat. Berdasarkan laporan terkini pada Minggu, 1 Februari 2026, kondisi cuaca buruk ini telah menyebabkan pembatalan lebih dari 1.200 jadwal penerbangan secara nasional dan memutus aliran listrik bagi puluhan ribu warga di beberapa negara bagian.
Badai besar ini membawa curah salju yang signifikan, terutama di wilayah Carolina Utara. Sejumlah area mencatat tumpukan salju yang mencapai ketinggian antara 10 hingga 99 sentimeter, baik di wilayah pedalaman maupun di sepanjang garis pantai. Meskipun Badan Layanan Cuaca Nasional memprediksi hujan salju akan mulai mereda pada siang hari seiring dengan membaiknya kondisi atmosfer secara bertahap, dampak kerusakan yang ditinggalkan masih sangat terasa.
Sektor energi menjadi salah satu yang paling terdampak akibat tekanan beban pada jaringan listrik, khususnya di wilayah Carolina. Duke Energy, perusahaan penyedia listrik dan gas alam di Carolina Utara, bahkan telah mengeluarkan imbauan kepada para pelanggan untuk membatasi penggunaan listrik selama jam puncak pada Senin pagi. Langkah darurat ini diambil sebagai upaya mencegah terjadinya pemadaman listrik sementara secara massal akibat beban berlebih.
Hingga saat ini, pemadaman listrik dilaporkan masih terus berlanjut di beberapa bagian wilayah Selatan. Kerusakan dipicu oleh akumulasi es dari badai sebelumnya yang merobohkan saluran transmisi utama. Data pemantauan menunjukkan hampir 178 ribu rumah dan unit bisnis masih terjebak dalam kegelapan tanpa aliran listrik di beberapa negara bagian, sementara petugas di lapangan terus berupaya melakukan perbaikan di tengah suhu yang membeku.
Kekacauan juga merambah ke sektor perjalanan udara di seluruh negeri. Bandara Internasional Charlotte Douglas dilaporkan menjadi titik dengan jumlah pembatalan penerbangan tertinggi. Para peramal cuaca memperkirakan sistem cuaca akan terus menguat di atas Samudra Atlantik, namun dampaknya diprediksi akan lebih banyak berada di lepas pantai. Meski demikian, otoritas setempat tetap memperingatkan warga untuk waspada terhadap sisa-sisa es yang dapat membahayakan mobilitas di jalur darat maupun udara. (*)
Editor : Indra Zakaria