BEIJING – Pemerintah Tiongkok secara resmi melayangkan kecaman keras terhadap rangkaian pembunuhan pejabat tinggi Iran serta serangan brutal yang menyasar warga sipil oleh Israel. Beijing menilai tindakan tersebut bukan sekadar agresi militer biasa, melainkan pelanggaran serius terhadap norma internasional yang berisiko menjerumuskan seluruh kawasan Timur Tengah ke dalam jurang kekacauan total yang tak terkendali.
Pernyataan tegas ini muncul sebagai respons langsung atas insiden berdarah pada Selasa lalu yang merenggut nyawa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Ali Larijani. Tokoh kunci pertahanan tersebut gugur dalam sebuah serangan mematikan yang juga menewaskan putranya, Morteza Larijani, serta Deputi Urusan Keamanan Alireza Bayat. Menanggapi kabar duka tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengungkapkan keterkejutan mendalam dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat ini.
Lin Jian menegaskan bahwa pembunuhan terhadap para pemimpin negara serta serangan yang menghantam sasaran sipil sama sekali tidak dapat diterima. Di tengah konflik yang terus meluas, Tiongkok mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera melakukan gencatan senjata dan menghentikan permusuhan sesegera mungkin guna mencegah kawasan tersebut jatuh ke dalam anarki. Seruan ini terasa kian mendesak mengingat situasi di lapangan semakin rumit setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka mengonfirmasi bahwa pasukannya memang menargetkan Larijani dalam operasi militer yang sedang berlangsung.
Kekalutan di kawasan semakin diperparah dengan konfirmasi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengenai kematian Gholamreza Soleimani, komandan pasukan Basij, akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu, jejak kemanusiaan yang ditinggalkan sangatlah kelam dengan sekitar 1.300 orang tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kekerasan ini pun merembet ke Lebanon sejak awal Maret, menelan hampir seribu korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang terus menghujani wilayah selatan dan pinggiran Beirut.
Menghadapi ancaman perang total, Tiongkok telah mengutus Perwakilan Khusus Zhai Jun untuk melakukan safari diplomatik ke berbagai negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, hingga Qatar. Misi utama Beijing tetap konsisten, yakni menekankan bahwa gencatan senjata dan dialog politik merupakan solusi fundamental yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, upaya damai ini harus berpacu dengan waktu dan tensi yang kian mendidih di Teheran.
Di bawah kepemimpinan baru, Mojtaba Khamenei telah bersumpah melalui akun media sosialnya bahwa para pembunuh kriminal di balik kematian Ali Larijani akan segera menerima balasan setimpal. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Iran belum akan mundur dan siap melancarkan fase balasan berikutnya menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta aset militer Amerika Serikat di negara-negara tetangga. Kini, dunia hanya bisa menunggu apakah diplomasi Tiongkok mampu meredam sumpah serapah pembalasan yang tengah dipersiapkan di jantung Teheran.(*)
Editor : Indra Zakaria