WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Republik Islam Iran pada Rabu (8/4/2026). Langkah diplomasi ini menandai babak baru dalam ketegangan di Timur Tengah, dengan komitmen kedua belah pihak untuk menghentikan serangan selama dua pekan ke depan serta pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social. Ia mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya pembicaraan intensif dengan para pemimpin Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik tersebut.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Langsung Turun 15 Persen Usai Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata
"Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan," tulis Trump.
Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan gencatan senjata dua arah yang bertujuan untuk memulihkan keamanan navigasi di kawasan tersebut. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini berada di atas angin setelah berhasil mencapai berbagai target operasi militer dalam konfrontasi sebelumnya.
Baca Juga: Gencatan Senjata Iran: Teheran Siap Buka Selat Hormuz dengan 10 Syarat Utama
“Alasan kami menyetujui gencatan senjata ini adalah karena Amerika telah mencapai dan melampaui semua tujuan militer dalam perang terhadap Iran,” tambah Presiden AS ke-47 tersebut.
Lebih lanjut, Trump memberikan sinyal optimisme mengenai stabilitas kawasan dalam jangka panjang. Ia menyatakan bahwa pembicaraan diplomatik telah menunjukkan kemajuan signifikan menuju solusi permanen yang tidak hanya melibatkan Teheran, tetapi juga perdamaian menyeluruh di Timur Tengah.
"Kami juga telah mencapai tahap yang sangat jauh terkait kesepakatan yang definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah," pungkasnya.
Langkah gencatan senjata ini diharapkan dapat menurunkan harga minyak dunia yang sempat melonjak tajam akibat penutupan Selat Hormuz, serta memberikan ruang bagi proses negosiasi lebih lanjut untuk mengakhiri perselisihan antara Washington dan Teheran. (*)
Editor : Indra Zakaria