Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gencatan Senjata Iran: Teheran Siap Buka Selat Hormuz dengan 10 Syarat Utama

Redaksi Prokal • Rabu, 8 April 2026 - 16:39 WIB
Kapal yang tertahan di Selat Hormuz.
Kapal yang tertahan di Selat Hormuz.

 PROKAL.CO– Angin segar berembus dari kawasan Timur Tengah setelah Pemerintah Iran resmi menyepakati gencatan senjata bersyarat dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa pihaknya siap menghentikan ketegangan asalkan seluruh serangan terhadap Iran dihentikan secara total dan permanen.

Sebagai bentuk itikad baik, Teheran memberikan jaminan keamanan jalur lintas di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi energi dunia, selama dua pekan ke depan. Langkah ini diambil melalui koordinasi ketat dengan Angkatan Bersenjata Iran pasca-pengumuman penundaan serangan militer oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Langsung Turun 15 Persen Usai Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata

"Iran siap menghentikan ketegangan jika serangan terhadap kami disetop total. Kami menjamin jalur lintas aman di Selat Hormuz selama dua minggu ke depan," tegas Araghchi dalam pernyataan resminya, Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan laporan lembaga penyiaran negara Iran, terdapat 10 poin krusial yang diajukan Teheran sebagai syarat perdamaian. Beberapa poin utama di antaranya adalah tuntutan penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman, serta pengakhiran seluruh konflik di kawasan secara menyeluruh.

Selain itu, Iran menuntut komitmen penuh AS untuk mencabut sanksi ekonomi, melepaskan aset-aset yang dibekukan, serta membayar kompensasi biaya rekonstruksi. Sebagai imbalannya, Iran menyatakan komitmen untuk tidak mengupayakan kepemilikan senjata nuklir dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Minta Selat Hormuz Segera Dibuka

"Gencatan senjata segera berlaku di semua lini sesaat setelah syarat-syarat tersebut disetujui," tulis laporan resmi tersebut.

Sebelumnya, situasi sempat berada di ambang perang besar sebelum akhirnya Donald Trump memutuskan menunda serangan militer tepat sebelum tenggat waktu berakhir pada Selasa (7/4) malam. Trump menyetujui "gencatan senjata dua sisi" selama 14 hari atas saran dari pemimpin Pakistan.

"Atas permintaan PM Pakistan Shehbaz Sharif dan Marsekal Asim Munir, saya menunda penggunaan kekuatan destruktif malam ini dengan syarat pembukaan Selat Hormuz secara penuh dan aman," ujar Trump melalui pernyataan resminya.

Saat ini, diplomat dari kedua belah pihak tengah mematangkan draf kesepakatan di meja perundingan. Jika negosiasi ini berhasil mencapai titik temu, hal tersebut diprediksi akan menjadi solusi krusial bagi stabilitas energi dan ekonomi global yang sempat terguncang akibat penutupan jalur maritim strategis tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#selat hormuz