Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Paus Leo XIV Balas Kritik Donald Trump: "Saya Tidak Takut dan Akan Terus Suarakan Perdamaian

Indra Zakaria • Selasa, 14 April 2026 - 10:45 WIB
Paus Leo XIV
Paus Leo XIV

PROKAL.CO– Ketegangan antara dua pemimpin besar dunia mencapai babak baru saat Paus Leo XIV, paus pertama yang lahir di Amerika Serikat, memberikan tanggapan tegas terhadap serangan verbal Presiden Donald Trump. Dalam perjalanan menuju Aljazair, pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini menegaskan bahwa seruan perdamaian dan rekonsiliasi yang ia gaungkan merupakan misi murni dari Injil, bukan sebuah manuver politik.

Paus Leo XIV menanggapi dingin tuduhan yang menyebut dirinya tidak bekerja dengan baik dan terlalu berhaluan liberal. Di hadapan para wartawan di atas pesawat kepausan, ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa takut terhadap tekanan dari pemerintahan Trump. Baginya, menyuarakan kebenaran dan perdamaian adalah tugas suci yang tidak bisa dicampuradukkan dengan kepentingan politik luar negeri suatu negara.

Paus menekankan bahwa posisinya bukan untuk menyerang individu, melainkan mengkritik "delusi kemahakuasaan" yang menurutnya menjadi bahan bakar dalam konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Ia menyayangkan jika pesan perdamaian yang ia bawa disalahartikan sebagai serangan pribadi oleh sang presiden.

"Menyamakan pesan saya dengan apa yang dicoba dilakukan oleh presiden, menurut saya, adalah bentuk ketidakpahaman terhadap pesan Injil. Saya menyesal mendengarnya, namun saya akan terus melanjutkan apa yang saya yakini sebagai misi gereja di dunia saat ini," ujar Paus Leo XIV kepada awak media.

Lebih lanjut, Paus Leo XIV menegaskan bahwa gereja memiliki perspektif yang berbeda dalam melihat kedaulatan dan keamanan global. Di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa dalam konflik Iran, ia merasa seseorang harus berani berdiri untuk mengatakan bahwa ada jalan yang lebih baik selain peperangan. Ia juga mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan dialog dan multilateralisme.

"Saya tidak akan menghindar dari mengumumkan pesan Injil dan mengajak semua orang mencari jalan membangun jembatan perdamaian. Kita bukan politikus. Kita tidak melihat kebijakan luar negeri dari perspektif yang sama dengan yang ia miliki," tambahnya dengan nada tenang namun tegas.

Perselisihan ini dipicu oleh pernyataan luar biasa dari Donald Trump pada Minggu malam, di mana ia secara terang-terangan mengaku bukan penggemar Paus Leo. Trump menuding Paus terlalu melayani kelompok "Kiri Radikal" dan meragukan kinerjanya sebagai pemimpin global umat Katolik. Kritik menyengat ini muncul setelah Paus mengkritik keras keterlibatan militer dalam perang Iran yang kian memanas.

Meskipun perbedaan pendapat antara paus dan presiden adalah hal yang lumrah dalam sejarah, serangan langsung secara personal seperti ini dianggap sangat langka dan menandakan keretakan hubungan diplomatik moral yang signifikan. Paus Leo XIV menutup pernyatannya dengan mengutip ajaran inti yang ia pegang teguh: "Berbahagialah mereka yang membawa damai," sebagai jawaban atas segala tudingan yang dialamatkan kepadanya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Paus Leo XIV