Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Geger Penembakan Gala Media Washington: Presiden Trump Diduga Kuat Jadi Target Utama, Tersangka Seorang Guru

Redaksi Prokal • Minggu, 26 April 2026 | 23:35 WIB
Petugas keamanan saat insiden terjadi.
Petugas keamanan saat insiden terjadi.

WASHINGTON – Jaksa Agung Sementara Amerika Serikat, Todd Blanche, mengonfirmasi pada Minggu (26/4/2026) bahwa Presiden Donald Trump dan jajaran pejabat tinggi administrasinya merupakan target utama dalam aksi penembakan yang mengguncang jamuan makan malam tahunan White House Correspondents’ Association (WHCA). Insiden yang terjadi di Hotel Washington Hilton pada Sabtu malam tersebut memaksa agen Secret Service melakukan evakuasi darurat terhadap Presiden dan Ibu Negara, Melania Trump, di tengah kepanikan ribuan tamu undangan.

Pihak berwenang mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Tomas Allen (31), seorang guru dan pengembang gim asal Torrance, California. Allen dilaporkan melakukan perjalanan panjang dari Los Angeles menuju Washington menggunakan kereta api sebelum melancarkan aksinya. Menggunakan senapan gentel (shotgun), ia menyerang seorang agen Secret Service di pos pemeriksaan keamanan tepat di luar aula utama. Meski terkena tembakan, agen tersebut selamat berkat rompi antipeluru dan telah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Penyelidikan latar belakang menunjukkan kontras yang tajam pada sosok Allen. Ia dikenal sebagai lulusan berprestasi dari California Institute of Technology (Caltech) dan memiliki gelar Master dalam ilmu komputer. Mantan dosennya menggambarkan Allen sebagai mahasiswa yang sopan, cerdas, dan selalu duduk di barisan depan. Bahkan, ia sempat dinobatkan sebagai "Guru Terbaik Bulan Ini" di lembaga pendidikan tempatnya bekerja pada akhir 2024.

Namun, rekam jejak digitalnya menunjukkan sisi lain. Selain mengirimkan manifesto bernada kritis kepada keluarganya, Allen diketahui pernah menyumbang untuk kampanye politik lawan Trump pada tahun 2024. Presiden Trump sendiri menyebut Allen sebagai pelaku tunggal atau lone wolf yang "sakit," merujuk pada motivasi serangan yang tertuang dalam manifesto tersangka.Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai prosedur keamanan di Washington Hilton, lokasi yang juga pernah menjadi saksi bisu upaya pembunuhan Presiden Ronald Reagan pada tahun 1981. Rekaman CCTV yang diunggah Trump melalui platform Truth Social memperlihatkan Allen berlari kencang menerobos pos pemeriksaan, memanfaatkan momen di mana petugas sempat lengah sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan.

Meski acara tersebut dijaga ketat dengan pemindai logam (magnetometer), celah keamanan muncul karena pemeriksaan ketat hanya dilakukan di pintu masuk aula utama, sementara tamu hotel yang sudah check-in sebelumnya—seperti tersangka—memiliki akses lebih bebas di area lobi.

Para pemimpin dunia, termasuk pemimpin NATO Mark Rutte, segera mengecam serangan tersebut sebagai ancaman terhadap masyarakat terbuka dan demokrasi. Di dalam negeri, insiden ini menambah daftar panjang upaya pembunuhan terhadap Trump setelah peristiwa di Butler, Pennsylvania dan Florida pada tahun-tahun sebelumnya.

Cole Tomas Allen dijadwalkan akan dihadirkan di pengadilan federal pada Senin besok dengan dakwaan berlapis, termasuk penyerangan terhadap petugas federal, penggunaan senjata api untuk tindak kekerasan, dan upaya pembunuhan pejabat pemerintah. Sementara itu, pihak berwenang terus mendalami apakah ada keterlibatan pihak asing atau jaringan tertentu di balik aksi nekat sang guru tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#donald trump