Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Temuan Fosil Dinosaurus Berbulu 120 Juta Tahun di China Jadi "Kunci Emas" Evolusi Penerbangan Burung

Redaksi Prokal • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:15 WIB
Changzhousaurus sinensis
Changzhousaurus sinensis

 

BEIJING — Sebuah tim ilmuwan asal China berhasil mengidentifikasi spesies dinosaurus berbulu baru yang hidup sekitar 120 juta tahun lalu. Penemuan fosil dengan kondisi luar biasa ini memberikan bukti fisik segar yang sangat krusial dalam mengungkap jalur evolusi penerbangan dinosaurus menuju burung modern.

Fosil purba tersebut ditemukan di Provinsi Liaoning, wilayah timur laut China yang memang terkenal sebagai salah satu surga paleontologi dunia. Hebatnya, fosil ini masih mempertahankan cetakan jelas dari bulu-bulu lebat yang mengelilingi seluruh struktur kerangkanya.

Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Vertebrata PalAsiatica, dinosaurus ini diklasifikasikan ke dalam famili dromaeosaurid dari kelompok theropod, menjadikannya kerabat dekat dari predator terkenal seperti Velociraptor dan Microraptor. Spesies baru ini tercatat sebagai satu-satunya pennaraptoran—kelompok yang berkerabat dekat dengan burung modern—yang diketahui secara bersamaan mengembangkan bulu kaki berukuran besar serta bulu ekor berbentuk kipas yang sangat panjang.

Dinosaurus ini diketahui memiliki sekitar 16 bulu ekor yang megah, sebuah struktur unik yang langsung mengingatkan para peneliti pada keindahan bulu burung merak modern.

Kombinasi morfologi yang menampilkan bulu sayap anggota depan yang besar, berdampingan dengan bulu kaki dan ekor yang berkembang sangat baik, belum pernah ditemukan pada dinosaurus mana pun sebelumnya. Karakteristik langka inilah yang dinilai para ilmuwan berfungsi sebagai "kunci emas" untuk membuka misteri bagaimana dinosaurus purba mulai belajar terbang dan berevolusi menjadi burung.

Diberi Nama Changzhousaurus sinensis

Ketua tim peneliti, Xu Xing, yang juga merupakan akademisi terkemuka dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS), secara resmi menamai spesies baru ini Changzhousaurus sinensis. Nama tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Penamaan ini merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan tinggi bagi Changzhou, sebuah kota di Provinsi Jiangsu, China timur. Kota tersebut dinilai sangat berjasa atas upaya jangka panjangnya dalam mengintegrasikan edukasi popularisasi ilmu pengetahuan tentang dinosaurus dengan sektor pariwisata budaya secara sukses. (*)

Editor : Indra Zakaria
#china