Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keseimbangan Militer Timur Tengah Bergeser: Rusia Rampungkan 20 Unit Jet Tempur Su-35 Gelombang Pertama untuk Iran

Redaksi Prokal • Senin, 6 Juli 2026 | 06:45 WIB
SU-35
SU-35

PROKAL.CO- Proyek modernisasi militer terbesar Iran dalam beberapa dekade terakhir memasuki babak baru yang krusial. Rusia dilaporkan telah menyelesaikan produksi gelombang pertama sebanyak 20 unit jet tempur Sukhoi Su-35 pesanan Angkatan Udara Iran. Pengiriman pesawat tempur mutakhir generasi 4++ ini dijadwalkan berlangsung sepanjang tahun 2026.

Langkah ini diyakini akan merombak total peta kekuatan udara di kawasan Timur Tengah. Selama ini, Teheran masih mengandalkan armada uzur peninggalan era Perang Dingin untuk menjaga wilayah udaranya. Kehadiran Su-35 yang dibekali kemampuan manuver ekstrem, jangkauan serang jarak jauh, serta sistem persenjataan modern akan memberi Iran daya pukul yang jauh lebih mematikan.

Berdasarkan laporan dari Military Watch Magazine, seluruh armada Su-35 pesanan Iran ini dirakit di fasilitas canggih Pabrik Penerbangan Komsomolsk-on-Amur, Rusia. Berdasarkan dokumen industri pertahanan Rusia yang sempat bocor pada akhir tahun 2025, Iran telah berkomitmen untuk memborong total 48 unit Su-35. Nilai investasi fantastis ini menjadikannya sebagai salah satu transaksi pembelian alutsista terbesar dalam sejarah modern Iran.

Kesepakatan militer bilateral yang diteken kedua negara pada 2023 silam ini ternyata bersifat komprehensif. Selain jet tempur Su-35, paket kerja sama juga mencakup pengadaan helikopter serang Mil Mi-28 dan pesawat latih canggih Yakovlev Yak-130. Pesawat Yak-130 sendiri sudah mulai dikirim ke Iran sejak 2023 untuk melatih para pilot lokal agar terbiasa dengan sistem avionik modern sebelum mereka menghuni kokpit Su-35.

Secara teknis, Su-35 merupakan pengembangan paling radikal dari keluarga legendaris Sukhoi Su-27. Meskipun belum masuk dalam kategori pesawat siluman (stealth) murni generasi kelima seperti F-35 milik Amerika Serikat, kemampuan bertarung Su-35 di udara tetap sangat ditakuti. Jet ini ditenagai oleh dua mesin Saturn AL-41F1S yang dilengkapi teknologi thrust vectoring tiga dimensi, memungkinkan pesawat melakukan manuver ekstrem yang mustahil dilakukan jet tempur biasa saat duel udara jarak dekat (dogfight).

Kelebihan lain dari Su-35 adalah kemampuan jelajah supersonik dalam durasi lama tanpa perlu mengaktifkan afterburner, membuat konsumsi bahan bakar internalnya yang berkapasitas 11,5 ton menjadi sangat efisien. Ditambah lagi, jet ini memiliki kemampuan super-maneuverability untuk beroperasi dari landasan pacu yang pendek atau pangkalan darurat, menjadikannya target yang sulit dilumpuhkan dalam skenario perang terbuka.

Dengan radius tempur mendekati 1.600 kilometer dan jangkauan terbang maksimal hingga 4.500 kilometer, Su-35 mampu mengamankan wilayah yang sangat luas jauh dari pangkalan utamanya. Pesawat berbobot lepas landas maksimal 34,5 ton ini sanggup melesat hingga kecepatan supersonik 2.390 kilometer per jam.

Pada sektor ofensif, Su-35 menyediakan 12 titik cantelan senjata yang mampu mengangkut beban hingga 8 ton. Lini persenjataannya mencakup rudal udara-ke-udara canggih seperti R-73E, R-77, dan R-27, hingga rudal udara-ke-darat taktis seperti Kh-29T dan rudal anti-kapal Kh-35U. Sebagai senjata jarak dekat, terpasang meriam internal GSh-301 kaliber 30 mm dengan 150 butir amunisi.

Dengan taksiran harga mencapai USD 43 juta atau sekitar Rp640 miliar per unit, Su-35 akan menjadi aset pertahanan udara paling bernilai tinggi bagi Teheran sekaligus menjadi faktor penentu baru dalam konstelasi geopolitik Timur Tengah. (*)

Editor : Indra Zakaria
#su-35 #rusia #balikpapan