Gertak Sambal atau Sinyal Perang? Washington Siapkan Skenario Rebut Uranium Iran via Operasi Militer Ribuan Pasukan

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:26 WIB
Tentara AS
Tentara AS

WASHINGTON – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki babak paling krusial. Pemerintah Negeri Paman Sam dilaporkan tengah mematangkan skenario operasi militer berskala besar guna menguasai cadangan uranium yang telah diperkaya milik Teheran jika jalur diplomasi program nuklir menemui jalan buntu.

Rencana bernilai risiko tinggi tersebut digadang-gadang bakal melibatkan pengerahan ribuan personel pasukan darat, termasuk satuan-satuan elite seperti SEAL Team 6 Silver Squadron, Batalion Ranger ke-2, serta unit penjinak bahan peledak (EOD) Angkatan Darat AS. Misi utama mereka adalah mengamankan bunker bawah tanah, menetralkan ancaman peledak, hingga mengangkut material nuklir keluar dari wilayah konflik.

Analis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Joseph Rodgers, menegaskan bahwa serangan udara semata tidak akan cukup untuk memusnahkan atau menyita material berbahaya tersebut.

"Saya benci mengatakannya, tetapi saya pikir cara yang paling mungkin untuk menyingkirkan bahan nuklir Iran adalah operasi militer karena negosiasi tidak berjalan cepat," tegas Rodgers. Ia bahkan meyakini misi ini bisa menjadi salah satu operasi militer paling rumit dan canggih dalam sejarah modern.

Di sisi lain, Iran diyakini tak tinggal diam. Teheran dilaporkan telah memperketat benteng pertahanan di situs-situs vital seperti Isfahan, Fordo, hingga kawasan Pickaxe Mountain dengan memasang ranjau, jebakan peledak, dan menyiagakan personel keamanan penuh.

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi maupun tanda-tanda invasi dalam waktu dekat, beredarnya laporan skenario militer ini kian mempertegas rapuhnya hubungan diplomasi kedua negara di tengah ancaman eskalasi konflik terbuka. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
iran uranium amerika serikat