MEKKAH – Imam Besar Masjidil Haram yang juga menjabat sebagai Presiden Urusan Agama Dua Masjid Suci, Syekh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, melayangkan kecaman amat keras atas gempuran rudal dan drone beruntun yang diluncurkan kelompok milisi Houthi ke wilayah Mekkah dan Madinah.
Al-Sudais menegaskan bahwa aksi nekat tersebut bukan sekadar provokasi militer, melainkan bentuk kejahatan nyata yang menelanjangi niat jahat kelompok tersebut terhadap umat Islam dan kesucian situs-situs suci dunia.
Menurutnya, tindakan menyerang kawasan yang disucikan serta fasilitas sipil merupakan pelanggaran berat terhadap syariat Islam yang melarang keras segala bentuk agresi, sekaligus mengangkangi norma-norma hukum internasional.
“Serangan yang berulang kali terjadi ini justru mengungkap pendekatan kriminal, niat jahat terhadap umat Islam dan tempat-tempat suci, serta bentuk pengabaian total terhadap status Dua Masjid Suci oleh kelompok milisi Houthi,” tegas Syekh Al-Sudais, dilansir dari kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).
Lebih lanjut, Al-Sudais menyuarakan optimisme bahwa gempuran rudal tersebut tidak akan sedikit pun menggoyahkan keamanan maupun stabilitas Kerajaan Arab Saudi. Sebaliknya, agresi ini justru menyatukan tekad barisan jajaran pimpinan dan seluruh rakyat Saudi untuk makin kokoh membentengi tempat-tempat suci serta memberikan perlindungan maksimal bagi para jemaah.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan pujian setinggi-tingginya kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi serta pasukan pertahanan sipil yang bergerak cepat mematahkan ancaman udara sebelum menyentuh kawasan inti kota suci.
“Upaya para pemimpin Arab Saudi dalam melindungi Dua Masjid Suci dan tempat-tempat suci Islam sangat luar biasa. Keamanan tempat-tempat tersebut merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria