PROKAL.CO- Dunia penerbangan tanah air berduka setelah helikopter tipe Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh di kawasan hutan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Kamis sore. Pesawat milik PT Matthew Air Nusantara yang mengangkut delapan orang tersebut ditemukan dalam kondisi hancur, dan seluruh penumpang beserta kru dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan data penerbangan, helikopter lepas landas dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1) pada pukul 07.37 WIB. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa sinyal darurat mulai terdeteksi satu jam setelah mengudara, tepatnya pukul 08.39 WIB. Tak lama berselang, pesawat dinyatakan hilang kontak hingga AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat resmi pada pukul 10.43 WIB.
Tim SAR gabungan yang dikerahkan ke titik koordinat sinyal darurat berhasil menemukan bangkai pesawat di tengah rimbunnya hutan Sanggau. Identitas korban telah dikonfirmasi oleh Kementerian Perhubungan, yang terdiri dari dua kru pesawat, yakni Capt. Marindra Wibowo sebagai pilot dan Harun Arasyid sebagai teknisi. Sementara enam penumpang lainnya diidentifikasi sebagai Mr. Patrick K. (WNA Malaysia), Mr. Victor T, Mr. Charles L, Mr. Joko C, Mr. Fauzie O, dan Mr. Sugito.
Saat ini, fokus utama otoritas terkait adalah proses evakuasi jenazah dari medan hutan yang cukup menantang. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav, Basarnas, dan unsur TNI AU setempat terus bersinergi untuk memastikan penanganan di lokasi kejadian berjalan lancar. Investigasi lebih lanjut mengenai penyebab pasti jatuhnya helikopter buatan Airbus tersebut akan segera dilakukan setelah proses evakuasi selesai. (*)
Editor : Indra Zakaria