Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sisi Gelap Padepokan Pontianak: Rekaman Video Rahasia Bongkar Borok Oknum Ketua Silat yang Kini Buron

Redaksi Prokal • Senin, 18 Mei 2026 | 07:48 WIB
Ilustrasii pencabilan anak.
Ilustrasii pencabilan anak.

PROKAL.CO- Dunia olahraga bela diri di Kota Pontianak kini tengah diguncang prahara hebat seiring masuknya babak baru dalam penanganan kasus dugaan tindakan asusila yang menyeret seorang pimpinan tertinggi organisasi silat berinisial W. Langkah hukum yang tegas telah diambil oleh pihak keluarga korban dengan menyerahkan laporan resmi dan sejumlah bukti krusial kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan demi memastikan pengusutan berjalan transparan dan berkeadilan, terlebih karena terduga pelaku dilaporkan sudah tidak lagi berada di kediamannya dan tengah menjadi buronan yang dilacak intensif oleh petugas.

Aksi bejat oknum ketua perguruan ini terungkap berkat keberanian korban yang mulai bersuara setelah memendam trauma mendalam sejak akhir tahun 2024, di mana saat itu ia masih berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas IX SMP. Memanfaatkan relasi kuasa yang kuat sebagai pimpinan tertinggi, W kerap memberikan instruksi di luar jam latihan resmi, seperti meminta dibuatkan kopi hingga berujung pada tindakan melanggar norma di area belakang tempat latihan, toilet, hingga modus pemanggilan lewat pesan singkat ke rumahnya. Kejahatan ini akhirnya pecah ke permukaan pada Mei 2026 setelah korban saling bercerita dengan rekannya sesama anggota perguruan berinisial L, yang ternyata juga mengalami perlakuan serupa dengan modal manipulasi psikologis yang sama. Sadar bahwa korban bukan hanya satu orang, pihak keluarga langsung bergerak cepat melaporkan kasus ini ke Mapolda Kalbar dengan nomor laporan resmi STPP/35N/DITRES PPA DAN PPO.

Dalam pelaporan tersebut, pihak keluarga menyertakan sebuah bukti petunjuk yang sangat krusial, yakni rekaman digital tersembunyi yang diambil sendiri oleh korban. Rekaman video tersebut memperlihatkan dengan jelas detik-detik saat terduga pelaku mencoba melakukan tindakan di luar batas norma di area dapur tempat latihan. Bukti materiil ini diharapkan menjadi senjata kuat bagi tim penyidik untuk segera menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap W yang kini melarikan diri.

Di sisi lain, dampak nyata dari rangkaian tindakan asusila ini menyisakan luka batin yang luar biasa bagi korban yang kini menginjak usia 16 tahun dan berstatus siswi kelas X SMA. Tekanan psikologis yang hebat membuatnya sering murung, melamun, hingga mengalami penurunan kondisi fisik yang drastis sampai harus keluar masuk rumah sakit. Saat ini, pihak keluarga memprioritaskan proses pemulihan trauma (trauma healing) dengan pendampingan psikolog, sembari tetap memastikan hak pendidikan anak tersebut tidak terganggu.

Tragedi yang mencoreng nilai-nilai luhur bela diri ini memancing reaksi keras dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Pontianak. Ketua IPSI Kota Pontianak, Dede Martin Kurniawan, secara tegas mengecam segala bentuk pelanggaran hukum dan norma kemanusiaan di lingkungan pembinaan karakter anak. IPSI menyatakan menghormati penuh proses hukum yang sedang berjalan di Polda Kalbar dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menindak pelaku secara adil. Sebagai langkah antisipasi ke depan, IPSI Pontianak berkomitmen melakukan evaluasi total dan memperketat pengawasan internal di seluruh jaringan perguruan silat demi menjamin keamanan serta ruang aman bagi murid perempuan dan anak-anak.

Editor : Indra Zakaria
#pelecehan